Sabtu, 15 Feb 2020 15:22 WIB

Alasan Kenapa Car Seat Mobil Harus Dipasang Menghadap Belakang

Doni Wahyudi - detikOto
Car Seat untuk anak Car seat harus dipasang menghadap belakang (Volvo/Newspress)
Jakarta -

Memasang child atau baby seat, atau car seat, menghadap arah belakang bukan tanpa alasan. Keamanan dan keselamatan anak-anak jadi faktor utama.

Car seat punya peran besar dalam menjaga keselamatan anak-anak saat berkendara. Namun, masih banyak yang melakukan kesalahan saat memasang 'kursi tambahan' ini.

Salah satunya memasang car seat di baris depan mobil. Dengan alasan lebih mudah diawasi, banyak orang tua memasang child seat di samping kursi sopir.

Hasil penelitian menunjukkan, memasang child seat di baris tengah mobil adalah yang paling aman. Sementara memasang child seat di baris depan membuat anak berpotensi terbentur air bag saat mengembang lantaran terjadi tabrakan atau benturan.

Memasang car seat dengan benar akan mengurangi risiko cedera anak saat kecelakaanMemasang car seat dengan benar akan mengurangi risiko cedera anak saat kecelakaan Foto: Volvo/Newspress



Kesalahan lain adalah memasang child seat menghadap depan. Child seat wajib dipasang menghadap belakang demi menghindari potensi cedera parah saat terjadi kecelakaan.

Saat terjadi benturan di depan, penumpang mobil biasanya mengalami cedera leher dan kepala. Ini terjadi karena tubuh akan terdorong ke arah depan saat kendaraan terbentur. Kondisi ini tetap terjadi meski sabuk pengaman terpasang.

Dikutip dari Torque.com, sabuk pengaman hanya efektif digunakan oleh orang dewasa, atau anak-anak yang tingginya paling tidak 140cm. Dalam beberapa dokumen kecelakaan, anak-anak yang memakai sabuk pengaman reguler justru mengalami cedera lebih parah dibanding orang tuanya. Itu karena tengkorak kepala anak-anak masih lebih tipis, sementara persentase beratnya dibanding bobot tubuh cukup besar.

Berat kepala orang dewasa berusia 25 tahun hanya sebesar 6% dari total bobot tubuh. Sementara pada anak-anak bisa mencapai 20% dari berat tubuh.



Dalam kondisi car seat menghadap ke belakang, saat terjad benturan di sisi depan mobil, tenaga yang harus ditanggung kepala dan leher anak akan terdistribusi ke bagian belakang kepalanya (sandaran car seat). Ini tidak akan terjadi jika child seat menghadap depan.

Adalah Volvo yang pertama mengembangkan car seat menghadap belakang, dengan bantuan dari Professor Bertil Aldman dari Chalmers University of Technology di Swedia. Hanya saja, Volvo saat itu mengembankan child seat yang permanen. Sehingga tidak bisa dipindah atau digeser posisinya.



Simak Video "Begini Cara Menggunakan Car Seat yang Benar"
[Gambas:Video 20detik]
(din/riar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com