ADVERTISEMENT

Bahaya untuk Kendaraan yang Menerjang Banjir

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 01 Jan 2020 07:31 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak sore kemarin menimbulkan genangan air di beberapa wilayah. Tak cuma masuk rumah-rumah warga, banjir juga melanda jalanan di beberapa titik.

Banjir sebenarnya bukan hal yang baik untuk kendaraan bermotor. Bahkan, banjir bisa berujung bahaya untuk kendaraan bermotor. Apalagi, banyak asuransi yang tidak memberikan perlindungan terhadap kerusakan yang diakibatkan banjir karena dinilai merupakan suatu kerusakan sangat fatal.



Dikutip dari berbagai sumber, banjir bisa menyebabkan kerusakan fatal pada mesin kendaraan. Soalnya, kendaraan bermotor dari pabriknya tidak didesain anti-air untuk menerjang banjir.

Jika kendaraan dipaksa menerjang banjir, risiko terparahnya adalah mesin mengalami water hammer. Water hammer merupakan keadaan saat kendaraan mati mendadak disebabkan oleh air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui air intake dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston. Hal itu bisa merusak piston.



Gejala ini akan membuat setang piston bengkok, ring piston rusak, dinding silinder baret, dan yang paling parah, melengkungnya head silinder. Kalau sudah terjadi water hammer, pemilik kendaraan harus merogoh kocek dalam-dalam untuk memperbaiki kendaraannya.

Beberapa pakar menyarankan agar pengendara tidak menerobos banjir. Soalnya, air bisa masuk ke filter udara dan tersedot hingga ruang bakar dan berisiko mengalami water hammer. Selain itu, air juga berisiko merusak bagian elektronik kendaraan.

Simak Video "Bogor Banjir, Warga Jakarta-Banten Diminta Siaga!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT