Senin, 16 Sep 2019 17:43 WIB

Jarak Pandang Terbatas, Ini Cara Aman Berkendara di Kabut Asap

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Jakarta - Beberapa wilayah di Indonesia diteror kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap karhutla ini sangat mengganggu aktivitas warga yang terkena dampak. Bahkan, untuk pengendara bisa mengancam keselamatan lantaran jarak pandang terbatas.

Ketika jarak pandang terbatas, memang sebaiknya pengendara menunda perjalanan demi keselamatan. Namun kalau terpaksa harus berkendara di tengah kabut asap, ada beberapa tips aman berkendara saat jarak pandang terbatas, dikutip dari berbagai sumber seperti disarikan detikcom, Senin (16/9/2019).

Yang pertama, perlambat laju kendaraan dari biasanya. Jika harus tiba di tujuan dalam waktu tertentu, rencanakan waktu perjalanan ekstra dengan berangkat lebih awal.



Jika jarak pandang benar-benar terbatas, bikin kendaraan Anda terlihat oleh orang lain di depan dan di belakang. Nyalakan lampu low beam yang berarti lampu belakang ikutan menyala. Gunakan lampu kabut kalau tersedia pada kendaraan.

Jaga jarak yang cukup antara kendaraan Anda dengan kendaraan di depan. Itu dilakukan untuk memperhitungkan pengereman mendadak atau perubahan pola lalu lintas.

Hindari melakukan rem mendadak. Ingat adanya kemungkinan kendaraan lain yang juga mengalami visibilitas rendah. Mengerem mendadak meningkatkan peluang kendaraan Anda ditabrak oleh kendaraan lain saat visibilitas rendah, makanya disarankan untuk menghindari rem mendadak dan menjaga jarak yang cukup dengan kendaraan di depan.

Untuk memastikan tetap berada di lajur yang benar, ikuti garis marka jalan.



Kemarin, Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu saat berbincang dengan detikcom juga memberikan tips ketika berkendara di tengah kabut asap. Kata dia, pilih waktu perjalanan di mana titik-titik asap tersebut berkurang intensitasnya. "Misal asap cenderung naik di siang hari, maka itu pilih perjalanan di pagi hari," sarannya.

Jusri tidak menyarankan pengendara di tengah kabut asap untuk menyalakan lampu hazard. Sebab, penggunaan lampu hazard, kata Jusri, tidak akan tembus.

Selain itu, disarankan kepada pengendara mobil untuk membunyikan klakson kendaraan sebagai alat komunikasi. Dengan membunyikan klakson, pengendara bisa memberi isyarat kepada pengguna jalan lain bahwa ada kita di situ.

Simak Video "Puncak Merbabu Berselimut Asap Gegara 150-an Hektare Hutan Terbakar"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com