Senin, 08 Jul 2019 20:49 WIB

Ingat! Reset ECU Itu Tidak Menyelesaikan Kerusakan Kendaraan

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Deny Prastyo Utomo Foto: Deny Prastyo Utomo
Jakarta - Electronic Control Unit (ECU) pada kendaraan memang dapat mengindikasikan masalah yang terjadi pada suatu sistem. Perangkat yang terhubung dengan sensor ini semakin banyak ditanamkan pada kendaraan yang ada di pasaran saat ini.

Namun masih banyak ahli teknis yang tidak terlalu paham dengan ECU menanggap masalah selesai jika indikator tidak menunjukkannya. Bahkan tak jarang konsumen bisa dibohongi hanya dengan cara mereset indikator ECU agar sistemnya seakan-akan tidak lagi bermasalah.



"Reset itu sebenarnya Cuma menghapus ada Diagnose Trouble Code (DTC) bila ada kode trouble itu direset kode rusaknya hilang, tapi selama yang bermasalah tidak diperbaiki sinyal akan muncul lagi," ujar Technical Leader Auto2000 Tebet Soepomo, Achmad Mu'min saat disambangi detikcom di tempatnya bekerja.

Ia pun mengakui banyak orang keliru dalam menafsirkan sistem komputasi yang sudah umum ditemukan pada mobil dan motor ini. Seharusnya jika ada kerusakan yang diindikasikan oleh ECU harus sistem yang dikendalikan ECU yang diperbaiki bukan ECU-nya.



"Kadang di luar ini ambil kesimpulan suka keliru suka direset doang, padahal itu sebenarnya cuma menghilangkan sinyal saja tidak memperbaiki kendaraan. Jadi yang rusak diganti baru data yang ada direset dan dinormalkan lagi," papar Mu'min.

ECU sendiri merupakan komponen kendaraan yang sangat jarang sekali mengalami kerusakan. Biasanya kerusakkan ECU terjadi karena mengabaikan sistem yang dikontrol oleh ECU tersebut.

"Jarang sekali itu rusak, kalaupun rusak biasanya itu akibat ada sistem yang ngga dibenerin terus hangus dan merambat ke ECU," pungkas Mu'min.

Simak Video "Ratusan Mobil Dinas Pemprov Riau Dikandangkan, Ini Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed