Minggu, 30 Jun 2019 08:39 WIB

Benarkah Angin Nitrogen Lebih Baik untuk Ban Kendaraan?

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi pengisian ban nitrogen. Foto: Istimewa Ilustrasi pengisian ban nitrogen. Foto: Istimewa
Jakarta - Ban pada kendaraan bermotor umumnya diisi angin oksigen yang keluar dari mesin kompresor. Tapi saat ini juga ada pilihan lain untuk mengisi angin di ban motor, yakni dengan menggunakan nitrogen.

Jika dibanding oksigen, angin nitrogen punya harga lebih mahal di jasa-jasa tambal ban atau bengkel ban. Namun bagaimana dengan kualitasnya, apakah benar nitrogen lebih baik daripada oksigen?


Melansir laman suzuki.co.id, angin nitrogen disebut lebih bagus dibandingkan angin oksigen. Sebab, angin nitrogen tidak mudah keluar dari karet ban. Tidak seperti gas oksigen yang mudah keluar dari ban.

Oksigen diketahui punya pori-pori lebih kecil ketimbang pori-pori karet ban. Sehingga jika dibiarkan saja selama seminggu misalnya, oksigen akan keluar perlahan dari ban.

Nitrogen juga bisa membuat temperatur ban tetap terjaga. Contohnya, kendaraan yang dipacu di kecepatan tinggi, dengan ban yang berisi nitrogen, temperatur ban tidak mudah naik suhunya.


Cukup berbahaya saat suhu ban cepat panas. Sebab karet akan menjadi empuk, menjadi lebih cepat tergesek lalu lapisan di dalam bisa terpisah, sehingga akan menjadi lebih cepat rusak.

Nitrogen yang saat ini bisa mudah didapat dari bengkel atau di SPBU umumnya punya kadar oksigen juga, walaupun tidak banyak. Meski mengandung oksigen, gas nitrogen lebih baik karena tidak mudah keluar dari ban. Jadi tingkat kebocoran menjadi lebih rendah dan ban akan lebih aman digunakan.

Simak Video "Perkenalkan Mahindra Scorpio, Pikap India Seharga Rp 200 Jutaan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com