ADVERTISEMENT
Kamis, 20 Jun 2019 08:18 WIB

Setir Mobil Suka Getar Sendiri? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi setir mobil bergetar saat kondisi mobil diam. Foto: Dadan Kuswaraharja Ilustrasi setir mobil bergetar saat kondisi mobil diam. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Usai dipakai pulang kampung, setir kemudi mobil terasa bergetar merupakan indikasi dari beberapa kerusakan pada komponen mobil. Tentu tidak membuat nyaman perjalanan kan?

Untuk mendapatkan mobil dalam kondisi prima, getaran mesin yang terasa punya cara sendiri untuk menyelesaikannya. Misalnya saat mobil mesin masih idle, hingga saat mobil dikendarai.


Menurut Suwito, salah satu punggawa dari bengkel Sekawan Motor, Jl. Tole Iskandar, Depok, Jawa Barat salah satu tanda ketika merasakan getaran pada setir saat kondisi mesin menyala namun mobil tidak dijalankan adalah engine mounting yang mulai bermasalah.

"Engine mounting bermasalah biasanya sudah getar pada bagian mesin, bisa juga karena masuk gigi. Getarannya di setir dalam kondisi diam (idle) sudah terasa," ujar Wito kepada detikcom, Selasa (18/06/2019).

"Kebanyakan karena sudah umur pemakaian," tambah Wito.

Beda lagi bila saat mobil dijalankan dan menempuh kecepatan tertentu. Bila hal ini terjadi maka penanganan yang tepat adalah melakukan spooring balancing pada bagian kaki-kaki mobil.

"Beda dengan getaran yang terasa saat berkendara, dalam posisi jalan biasanya dalam kecepatan tertentu dia baru terasa," ungkap Wito.

Beberapa waktu yang lalu Section Head Service Administration PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Totok Yulianto juga mengatakan hal yang senada.

"Kalau berkendara tiap 100 meter dia ngebuang berapa meter. Nah biasanya ketika setir dilepas dia ngebuang berapa meter. Sedangkan dites (menggunakan alat) dia mulai narik ke salah satu sisi, kecepatannya kita mengetesnya di 40-60 km/jam," ujar Totok.



Lebih lanjut spooring dan balancing merupakan satu kesatuan. Spooring sendiri bertujuan untuk menyelaraskan gerak dan posisi dari roda kiri-kanan agar disetel supaya selaras dan sesuai. Sementara balancing, cara untuk menjaga keseimbangan roda melalui wheel balancer, gunanya agar putaran roda kembali seimbang.

"Ini kan istilah (spooring balancing) jadi satu, biasanya ban di-balancing dulu, terus kemudian di-spooring untuk alignment untuk urusan rodanya," ungkap Totok. (riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com