Minggu, 16 Jun 2019 12:07 WIB

Shock Breaker Mobil Amblas, Mending Diperbaiki atau Ganti Baru?

Ridwan Arifin - detikOto
Mobil tanpa shock breaker. Foto: Master Milo Mobil tanpa shock breaker. Foto: Master Milo
Jakarta - Shock breaker atau shock absorber memiliki peranan meredam guncangan ketika mobil melewati jalan yang bergelombang atau tidak rata.

Kendati demikian, shock breaker memiliki usia yang memiliki masa pakai, daya redam semakin berkurang karena perjalanan. Berbincang dengan detikcom, Rudi dari bengkel spesialis Aneka Per yang terletak di Jl. Tole Iskandar, Depok, Jawa Barat mengatakan tanda-tanda kerusakan shock breaker bisa terlihat dari bentuk fisik.


"Ada cairan yang keluar pada tabung sokbreker, maka sokbreker tersebut mengalami kebocoran," kata Rudi.

Lebih lanjut ia menjelaskan kebocoran oli akan terlihat di batang as, menjadi lebih lembab dan bagian seal shock breaker juga akan basah.

Ketika oli shock bocor dan sampai habis, maka pergerakan shock breaker akan semakin terhambat. Sehingga beberapa masalah seperti shock keras, atau bahkan shockbreaker macet bisa dialami. Sebab oli shock breaker bukan hanya berfungsi sebagai fluida hidrolik tapi juga sebagai pelumas.


Untuk kasus ini, Rudi mengatakan oli shock bisa disuntikan lagi untuk menambah volumenya. Tapi pastikan dulu apa penyebab kebocorannya, jika oli bocor karena seal yang rusak maka perlu mengganti sealnya juga.

Kemudian shock breaker yang telah usang juga terasa saat berkendara.

"Shock breaker mati terasanya kalau di jalan gelombang bunyi jeduk-jeduk, kemudian terguncang seperti naik perahu. Daya redam kejut sudah berkurang, tinggal per-nya saja," kata Rudi.

Pun demikian salah satu penyakit mobil yang melebihi muatan adalah shock amblas. Bila hal ini terjadi maka kecil kemungkinannya untuk bisa diperbaiki kembali. Kalau pun bisa maka usia pakainya tidak lama. Ia menyarankan kepada pelanggan nya untuk membeli shock breaker baru.


"Kalau udah keseringan banyak muatan, gesekan-gesekan shockbreaker lama kelamaan panas, bisa melelehkan plastik merusak klep-klep di dalam, menghambat redam kejut. Makanya dia posisi ambles, tidak mau balik lagi," ujar Rudi.

"Tergantung kondisi shock, kalau kesumbat doang bisa. Tapi kalau asnya sudah baret. Bushing-bushing sudah oblak sudah tidak bisa," jelasnya. (riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed