Selasa, 04 Jun 2019 19:05 WIB

3 Faktor yang Membuat Ban Mobil Pecah saat Dikendarai

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Robby Bernardi/detikcom Foto: Robby Bernardi/detikcom
Jakarta - Kasus ban pecah adalah salah satu hal yang paling tidak diinginkan para pengguna mobil. Pecahnya ban mobil saat dikendarai bisa berakibat fatal. Bahkan terkadang menimbulkan korban jiwa banyak, karena pecah ban bisa bikin kecelakaan beruntun.

Kecelakaan fatal akibat ban pecah baru-baru ini juga terjadi di daerah Subang, Jawa Barat, di mana minibus Toyota Avanza mengalami pecah ban belakang kanan, yang kemudian oleng dan menabrak dua sepeda motor dari arah berlawanan.



Akibat kecelakaan yang terjadi pada Jumat (31/5/2019) ini, 4 orang dilaporkan tewas dan dua orang luka berat. Berkaca dari hal tersebut, tentunya pengendara mobil harus lebih waspada saat berkendara, apalagi saat perjalanan mudik.

Menurut instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, setidaknya ada 3 faktor yang membuat ban mobil pecah saat dikendarai.

"Faktor penyebab utama ban pecah, karena tekanan angin yang tidak sesuai. Jadi tekanan anginnya kurang," buka Jusri, dihubungi detikcom, Selasa (4/6/2019).



Sebagai informasi, ban mobil yang kekurangan angin akan lebih cepat panas karena permukaan ban yang kontak langsung ke aspal lebih luas. Jadi lapisan ban bakal cepat memuai dan pecah mendadak.

"Penyebab kedua karena ban yang gundul atau ban yang sudah tidak layak dipakai," terang Jusri.

Menurut Jusri, maksimal usia ban adalah sekitar 4 tahun. Jadi meskipun fisik ban terlihat baru, jika usianya lebih dari 4 tahun, tentu sudah tidak layak dipakai. Ban yang sudah kedaluwarsa lapisan karetnya akan getas dan mudah pecah.



Selain itu, ban yang sudah botak pun rentan mengalami kasus pecah mendadak. Maka itu, pemudik yang menggunakan mobil sebaiknya rajin memantau indikator TWI atau tingkat keausan ban, sebelum mobil dipakai jarak jauh.

"Untuk faktor ketiga penyebab ban mobil pecah, bisa karena berbagai hal. Misal permukaan jalan (yang jelek), cara mengemudi yang bersangkutan atau objek-objek lain, misal benda tajam seperti paku yang menghujam ban," pungkas Jusri. (lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com