Minggu, 26 Mei 2019 16:10 WIB

Berkendara Aman saat Mudik, Pengemudi Jangan Diajak Debat

Rizki Pratama - detikOto
Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Jakarta - Perjalanan mudik yang panjang berpotensi menyebabkan kelelahan dan ngantuk. Hal ini tentu dapat berujung pada risiko kecelakaan yang tentunya sama-sama tidak kita inginkan.

Untuk menghindari rasa kantuk tak jarang pengemudi melakukan obrolan dengan penumpang depannya atau bisa disebut asisten saat perjalanan. Namun topik pembicaraan yang terlalu rumit dan cenderung mengarah pada perdebatan berakhir dengan buruknya emosi pengemudi. Oleh karena itu usahakan berbicara seperlunya saja tanpa mengganggu konsentrasi dan emosi pengemudi.



"Kalau ngobrol biasanya kalau udah light-light (ringan) iya. Karena dia sebagai yang menggaet sebuah pembicaraan. Kalau udah terjadi perselisihan kacau," ujar Director Training Safety Driving Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana saat ditemui dalam acara Daihatsu Sahabat Mudik 2019 di Vehicle Logistik Centre PT Astra Daihatsu Motor, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (26/5/2019).

Meskipun demikian, Sony menganjurkan untuk tidak berbincang pada pengemudi. Alasannya ujung pembicaraan sering kali tidak bisa ditebak terlebih lagi antara suami dan istri.



"Tapi menurut saya nggak boleh. Karena gue nggak tahu ujungnya clash gimana. Yang namanya emak-emak. Obrolan ringan nggak apa-apa, tapi kalau suami istri pasti berpotensi ke arah lebih tajam," tambah Sony.

Oleh karena itu sebaiknya co-driver berbicara untuk mengingatkan dan memandu pengemudi tanpa mengagetkan.

"Dia (co-driver) harus melakukan fungsinya, nggak bikin panik, tapi mengingatkan. Mas nanti ada ini, hati-hati. Kecepatannya udah terlalu tinggi, kurangin. Di depan ada mobil besar, jangan dekatin, nah fungsi dia begitu," pungkas Sony. (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com