Senin, 29 Apr 2019 08:25 WIB

Lampu LED Tak Selalu Bikin Silau Pengendara Lain Kok!

Luthfi Anshori - detikOto
Lampu LED. Foto: M luthfi Andika Lampu LED. Foto: M luthfi Andika
Jakarta - Lampu berjenis LED (Light Emitting Dioda) saat ini banyak digunakan sebagai fitur standar di motor dan mobil keluaran terbaru.

Bukan tanpa alasan, lampu berteknologi LED diklaim lebih hemat energi, cahayanya lebih bagus, dan punya umur yang panjang, bahkan hingga 20.000 ribu jam pemakaian.


Namun lampu LED bukan berarti tidak punya kekurangan. Seperti menjadi rahasia umum, motor dengan lampu LED biasanya bikin silau pengendara dari arah berlawanan. Benarkah anggapan itu?

"Nggak selalu benar ya. Kalau pengendara dari arah berlawanan, merasa lampu LED itu terang banget, karena setelan LED yang nggak pas. Jadi akibatnya cahaya nyebar alias nggak fokus," Autovision Expert, Joe AV, kepada wartawan, di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jum'at (26/4/2019).

Lalu kenapa saat nyala, lampu LED nggak fokus atau berantakan? "Itu karena titik apinya nggak pas. Jadi penempatan LED juga harus pas, nggak boleh terlalu ke depan dan terlalu ke belakang, atau terlalu ke atas atau ke bawah. Jadi biar bisa fokus sinarnya," lanjut Joe.

Perlu diketahui, dibanding lampu standar seperti HID dan Halogen, lampu LED memiliki efisiensi lebih tinggi. Selain itu, desainnya juga lebih terlihat modern dan kekinian.

"Lampu LED sudah pasti hemat energi. Kalau halogen 35 watt. LED cuma 7 watt," terang Joe.


Selain konsumsi daya yang lebih ringan, lampu LED diklaim bisa berusia lebih panjang.

"Seperti lampu LED auto vision misalnya, bisa tahan sampai 20 ribu jam. Sementara jika lampu halogen biasanya cuma 500 jam," lanjutnya.

"LED juga dirancang dan diproduksi untuk menjadi lebih aman, baik bagi pengemudi maupun pengguna jalan lain, terutama dari arah berlawanan," pungkasnya. (lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com