Kamis, 11 Apr 2019 09:27 WIB

Tekanan Angin Salah Bisa Bikin Umur Ban Pendek

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi mengisi tekanan ban. Foto: Istimewa Ilustrasi mengisi tekanan ban. Foto: Istimewa
Jakarta - Kendaraan pribadi yang digunakan sehari-hari memerlukan perawatan yang detail akan tidak mengganggu mobilitas anda. Selain itu perawatan yang baik akan berpengaruh terhadap umur dari komponen tertentu.

Salah satunya adalah kondisi tekanan angin ban. Sebagian orang mungkin baru menyadari hal ini ketika ban benar-benar telah kehabisan angin atau mengalami kerusakan fatal seperti pecah atau bocor. Padahal tekanan angin yang tidak sesuai dari berujung pada masa pakai ban itu sendiri.


"Tekanan angin berpengaruh terhadap umur ban disamping cara mengemudi. Hal ini bisa terjadi kalau tekanan angin ban sudah kurang dan tidak dicek secara reguler," Departemen Manager PT Bridgestone Tire Indonesia, Frankie Padulli saat jumpa media di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).

Untuk mendapatkan masa pakai yang maksimal dari ban, Frankie menyarankan untuk memeriksa tekanan angin setiap 2-3 kali dalam seminggu. Sedangkan ban yang berisikan nitrogen bisa lebih lama hingga 1 bulan 2 minggu.

"Saya katakan angin biasa 2-3 minggu harus dicek sedangkan nitrogen bisa 1 bulan. Karena kalau kurang berarti posisinya akan menonjol di ujungnya saja dan tidak aus merata, pemakaian akan lebih cepat di sana," jelas Frankie.


Sebaliknya jika angin yang terlalu besar tekanannya juga memberikan dampak buruk pada usia ban. Frankie menganjurkan untuk mengikuti rekomendasi yang telah diberi pabrikan untuk ban.

"Jika terlalu kencang juga sama, cuma ujungnya saja dan ausnya tidak merata juga. Saya sarankan turuti rekomendasi yang dianjurkan oleh pabrik," tutup Frankie. (rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed