Rabu, 20 Feb 2019 12:17 WIB

Jangan Coba-coba Starter Mobil Ketika Mesin Mati di Genangan Air

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Air adalah musuh utama bagi kendaraan bermotor seperti mobil. Terutama di musim hujan seperti sekarang ini, pengguna mobil harus lebih waspada saat melewati genangan air.

"Kalau mobil sudah berhenti di tengah genangan air, jangan coba-coba di-starter. Karena itu nanti bisa sebabkan water hammer," kata Senior Manager Service Division PT Honda Prospect Motor Muhammad Zuhdi, di Area Training PT Honda Prospect Motor, Sunter, Jakarta, belum lama ini.



Water hammer atau hydro locking sendiri adalah keadaan saat mesin mobil mati mendadak, disebabkan air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui air intake dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston.

Sehingga setang seher bengkok, ring piston rusak, dinding silinder baret, dan paling parah melengkungnya kepala silinder. "Itu terjadi karena air yang masuk ke ruang bakar tidak bisa dikompresi mesin," lanjut Zuhdi.



Bicara efek water hammer, menurut Zuhdi hal itu sudah bisa terjadi saat mobil mengalami genangan air di level C. "Level C genangan air setengah ban ke bawah. Biasanya akan terjadi water hammer karena cipratan air saat mobil dipaksa jalan di banjiran," lanjut Zuhdi.

Sementara untuk genangan air level B ialah ketika air sudah menggenangi setengah mobil. Di level ini air sudah masuk ke sela-sela pintu dan mengenai karpet.

"Untuk level A itu air sudah masuk ke jok mobil dan transmisi termasuk kelistrikan pasti sudah kena," pungkas Zuhdi. (lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed