Sabtu, 29 Des 2018 16:59 WIB

Atasi Ban Mobil Pecah Itu Ada Tekniknya

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi Foto: Robby Bernardi/detikcom Ilustrasi Foto: Robby Bernardi/detikcom
Jakarta - Memasuki musim vakansi atau liburan tak jarang masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi khususnya mobil untuk dijadikan alat moda transportasi menuju tempat destinasi. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti ban pecah, ternyata ada lho teknik menghadapi ban mobil pecah roda depan dan belakang.

Seperti yang disampaikan oleh pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, menurutnya saat menghadapi ban mobil pecah pada roda dan belakang memiliki penanganan yang berbeda. Namun tercatat ada beberapa hal yang menjadi perhatian besar, yakni agar tetap tenang, kurangi laju kendaraan secara perlahan, dan jangan melakukan manuver mendadak, dan nyalakan lampu hazard untuk mengkomunikasikan kepada pengendara lain.



"Mobil pada saat diam bobotnya itu terdistribusi kepada empat roda yang ada, kemudian pada saat mobil bergerak ada distribusi shifting atau perpindahan bobot kepada roda belakang, semakin tinggi kecepatan maka bobot yang ada di roda depan akan bertumpu pada roda belakang, artinya roda depan daya cengkramnya kurang maksimal lagi," urai Jusri kepada detikOto, Sabtu (29/12/2018).

Pertama, Jusri menggambarkan bagaimana menangani ban mobil pecah pada roda belakang, kuncinya adalah memperhatikan situasi di sekitar, dan mengurangi laju kendaraan secara perlahan.

"Sekarang pada saat dia melakukan pergerakan tinggi di atas 80 km atau 100 km/jam di tol, kalau ban belakang pecah orang yang tidak punya ilmu dengan catatan tidak panik, dia angkat gas (mengurangi gas) melakukan perlambatan secara perlahan kemudian mengarah kepada spot yang aman untuk berhenti, dia akan aman saja," kata Jusri.



Lebih lanjut Jusri mengatakan saat melakukan perlambatan maka bobot kendaraan akan pindah ke depan, "Semakin dia rem, maka kondisi akan bertumpu pada roda depan, sedangkan roda depan dalam kondisi normal dan menjadi pusat kendali kendaraan, jadi aman," kata Jusri.

Namun lain lagi dengan penanganan ban pecah pada roda kemudi depan. Jusri menjelaskan jika sudah bisa menguasai diri hal yang harus dilakukan adalah pertahankan arah kendaraan dengan menahan kemudi. Kemudian melakukan pengurangan kecepatan laju kendaraan dengan bertahap.

"Tetapi kalau itu terjadi pada ban depan kendaraan yang pecah, perlakuan tadi atau orang yang tidak tau tekniknya maka akan memicu mobil hilang kendali," ungkap Jusri.

Berbeda dengan ban belakang, roda depan yang berfungsi sebagai kemudi mendapatkan perhatian lebih. Soalnya gravitasi akan berpusat pada ban yang pecah, sehingga pengereman mendadak atau pun melakukan manuver yang tajam akan membahayakan keselamatan.

"Karena pada saat ban kecepatan dikurangi baik angkat gas ataupun direm, akan bertumpu pada roda depan sedangkan roda depan bannya saat itu ada yang pecah salah satu, maka mobil akan mengarah kepada ban roda yang pecah, misal roda kanan yang pecah, semakin dia lambat maka dia akan tertarik ke kanan," kata Jusri.

Khusus untuk kasus seperti ini Jusri kembali mengingatkan untuk tetap menjaga kecepatan namun dibarengi dengan perlambatan secara bertahap.

"Jangan melakukan tindakan seperti pada roda belakang yang pecah, begitu tau ban pecah tahan kecepatan itu beberapa saat, misalnya dalam kecepatan 80 km/jam jangan langsung melakukan bermanuver atau ngerem mendadak, supaya roda bagian depan tidak narik ke arah roda ban yang pecah, tahan sampai kepanikan dan tingkat kesadaran kita terjaga, maka mulai kurangi percepatan perlahan, jangan signifikan," tutur Jusri.

"Saat mengurangi kecepatan (perlambatan) halus usahakan melebar atau mengiris, tidak melakukan manuver yang tajam ke arah yang berlawanan, misalnya ban kiri yang pecah ke kanan jangan tajam, seperti membentuk sudut yang landai, hingga akhirnya bisa menepi ke tempat yang aman," tutup Jusri. (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed