Kamis, 23 Agu 2018 18:15 WIB

Nggak Mau Viral karena Kekerasan di Jalan Kan? Kontrol Emosi!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sopir mobil berstiker TNI memukul seorang bocah. Foto: 20detik Sopir mobil berstiker TNI memukul seorang bocah. Foto: 20detik
Jakarta - Aksi kekerasan di jalan raya atau biasa disebut road rage ini sudah sering sekali terjadi. Baru-baru ini viral kejadian kekerasan di jalan raya yang dilakukan pengemudi SUV dengan stiker TNI. Diketahui, pengemudi mobil itu bukan TNI melainkan warga sipil.

Pengemudi SUV memukul remaja bernama Rayhan Achmad (14). Awalnya dia tidak terima lantaran mobil yang dikendarai kakak Rayhan, Reza Achmad, mengerem mendadak karena mobil di depannya juga ngerem mendadak.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan dalam mengemudi kendaraan bermotor itu seharusnya tidak mengedepankan emosi. Kekerasan di jalan raya ini timbul akibat pengemudi tidak bisa mengontrol emosi.

"Jangan biarkan emosi yang mengontrol kendaraan. Biasakan sebelum menjalakan kendaraan selalu berpikir positif," kata Sony kepada detikOto, Kamis (23/8/2018).

"Ya apa pun, pengemudi SUV harus dikasih hukuman. Termasuk pencabutan SIM mungkin," sebut Sony menanggapi peristiwa yang viral di media sosial itu.



Menurut Sony, kondisi mental dan kejiwaan pengendara sangat berpengaruh dalam menjalankan kendaraan. Kalau kondisi mentalnya tidak keruan, berkendara jadi tidak mengedepankan keselamatan.

Pengemudi yang tidak bisa mengontrol dirinya bisa-bisa menimbulkan kejadian yang lebih berbahaya lain. Bisa jadi menimbulkan kecelakaan, tabrakan yang mengancam nyawa.

"Gimana pengemudi mampu fokus berkendaara sementara jiwanya tidak sehat atau sedang bermasalah?" kata Sony.

[Gambas:Video 20detik]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com