Jumat, 29 Jun 2018 10:12 WIB

Kurangi Kecepatan Saat Berkendara di Dekat Gunung Erupsi

Ruly Kurniawan - detikOto
Gunung Agung. Foto: dok. BNPB Gunung Agung. Foto: dok. BNPB
Jakarta - Sejak semalam aktivitas Gunung Agung meningkat. Erupsi tersebut cukup mengganggu segala aktivitas. Namun untuk Otolovers yang ingin menggunakan kendaraan roda empat tercintanya saat suasana tersebut, perhatikan batas kecepatannya ya karena jalanan akan semakin licin.

Dipaparkan Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, jalanan yang berdebu lebih licin dibanding jalanan basah. Maka, diharapkan pengemudi yang ingin membawa kendaraan mobil di sekitar Gunung Agung harus perhatikan batas kecepatan sampai jarak aman kendaraan.



"Perhatikan beberapa bahaya yang mungkin akan timbul saat mengemudi di kondisi lingkungan gunung yang sedang erupsi. Kurangi kecepatan kendaraan, karena jalanan yang berdebu pasti lebih licin dibanding jalanan basah sekalipun. Jangan ambil risiko percaya diri yang berakibat fatal," ungkapnya saat dihubungi detikOto di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

"Atur jarak aman juga, sesuaikan dengan jarak pandang. Misalkan, jarak pandang 100 meter kecepatan maksimumnya 50 km/jam (setengahnya atau sesuaikan dengan kondisi jalan yang pasti licin)," lanjut Sony.



Hal tersebut berguna untuk mengurangi kecelakaan akibat gagal antisipasi melakukan perlambatan dan terhambatnya jarak pandang. Pengereman pun diupayakan agar sehalus mungkin guna tidak merusak saringan udara akibat masuknya debu di rongga-rongganya.

"Maka akselerasi dan deselerasi (pengereman) kendaraan harus halus untuk menghindari kondisi slip berlebihan. Juga, menghindari penumpukan debu pada saringan udara," kata Sony lagi. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed