Rabu, 20 Jun 2018 20:00 WIB

Banyak Pengemudi yang Tak Sadar Bannya Sudah Botak

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ban mobil Foto: Dadan Kuswaraharja Ban mobil Foto: Dadan Kuswaraharja
Washington - Ban merupakan perangkat penting dalam kendaraan bermotor. Karena ban adalah satu-satunya komponen yang menapak langsung ke aspal. Tapi, komponen itu malah sering diabaikan oleh pemilik kendaraan.

Kondisi ban yang tidak layak tentu akan membahayakan pengendara. Makanya, pemilik kendaraan harus selalu mengecek kondisi ban secara rutin.

Sayangnya, masih banyak pengendara yang tidak mengacuhkan kondisi ban. Di Amerika Serikat, misalnya, seperti diberitakan Ars Technica, sebanyak 35 persen pengemudi tidak sadar kondisi ban mobilnya sudah botak. Padahal, menurut Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat, ban yang usang akan tiga kali lipat lebih berisiko menimbulkan kecelakaan.



Otolovers bisa mengetahui kondisi ban yang sudah botak atau belum dengan mengecek TWI atau Tread Wear Indicator. TWI merupakan simbol untuk menunjukkan batas pemakaian ban. Biasanya, TWI pada ban berupa simbol segitiga di sisi ban atau berupa tonjolan pada sela-sela pattern ban. Jika tonjolan pada sela-sela pattern ban sudah rata dengan tapak luar ban, maka kondisi ban tersebut sudah botak dan harus segera diganti.

Selain itu, berdasarkan statistik sebanyak 40 persen pengemudi berpikir mereka dapat mengetahui kondisi tekanan angin ban hanya dengan melihatnya. Dan, cuma 17 persen pengemudi yang tahu cara memeriksa tekanan ban mereka.

Padahal, disarankan tekanan angin ban dicek secara rutin dengan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan. Pemilik mobil bisa melihat tabel tekanan angin ban yang direkomendasikan pabrikan. Biasanya tabel itu ada di balik pintu pengemudi. Setelah dilihat, terapkan tekanan angin ban itu pada setiap ban mobil.

"Bahkan jika mobil memiliki fitur TPMS (tire pressure monitoring systems/sistem pemantau tekanan angin yang ditampilkan di layar di mobil jika ban kempis), lampu peringatan hanya akan menyala setelah ban 25 persen di bawah tekanan yang disarankan," kata Senior Vice President US Tire Manufacturers Association (USTMA) Tracey Norberg.

"Masalah handling dari ban yang kurang angin sering disalahartikan sebagai suspensi yang rusak," sebut Kimberly Kleine, Vice President of Public Affairs USTMA. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed