Rabu, 02 Mei 2018 10:37 WIB

Biar Nggak Salah Pilih, Ini Cara Membedakan Pelek Asli dan Palsu

Ruly Kurniawan - detikOto
Pelek mobil. Foto: Dadan Kuswaraharja Pelek mobil. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Modifikasi paling umum yang dilakukan oleh pemilik mobil adalah mengganti pelek. Karena beberapa merek harganya murah, tentu banyak yang mencari jalan pintas agar mendapatkan pelek bagus namun murah. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk memproduksi pelek replika atau palsu.

Memang tidak ada kerugian spesifik dari menggunakan pelek palsu. Tapi yang jelas, jangka waktu pemakaiannya akan cenderung lebih singkat dibandingkan yang asli. Nah agar Otolovers tidak tertipu kala membeli pelek mobil asli, di lantai Indonesia International Motor Show (IIMS) Supervisor Arvia Pratama Tiara, Agus memaparkan triknya.


Berbincang bersama detikOto, Agus mengungkapkan bahwa keaslian dari pelek adalah bobotnya. Pelek asli akan memiliki bobot cukup berat namun cenderung ringan dan mantap, bila jatuh pun bunyi nya tidak nyaring.

"Bedanya dari berat dan kualitasnya. Kalau pelek asli lebih awet atau tahan lama dan biasanya ada lambang aslinya. Pelek asli juga lebih ringan bila dibandingkan dengan yang replika (kw)," katanya di IIMS 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Kalau diraba dibagian belakangnya pun cukup kasar karena itu dia pakai las yang berkualitas dan memang ada baut-bautnya," lanjut Agus.

Dalam hal detailing, pelek asli tidak akan hanya ada tempelan semata. Bila memang ada baut, cukup diraba apakah itu baut beneran atau memang hanya hiasan saja.


"Pelek asli itu tidak buat sesuatu yang tidak seharusnya. Kalau memang harus diberi baut, memang itu baut bukan pajangan. Jadi diraba saja. Lantas kilapnya juga berbeda," ucap Agus.

Dari segi biaya tentu pelek asli akan jauh lebih mahal daripada yang replika. Bahkan, harganya bisa dua sampai tiga kali lipat lebih mahal. Tapi dengan daya tahan yang luar biasa serta kecantikan yang dipancarkan, hal itu cukup seimbang.

"Pelek asli itu tidak ada usianya, dia akan terus awet. Long lasting," kata Agus.

Masih dilantai IIMS 2018, Agus juga menyarankan agar pelek harus sering dicuci. Tak ada aturan baku penggunaan jenis sabun. Tapi alangkah baiknya untuk gunakan sabun khusus pelek ya, Otolovers. (ruk/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed