Rabu, 02 Mei 2018 09:35 WIB

Supaya Cat Mobil Nggak Gampang Rusak, Ini Cara Merawatnya

Ruly Kurniawan - detikOto
Cat mobil kinclong. Foto: Newspress/BMW Cat mobil kinclong. Foto: Newspress/BMW
Jakarta - Berbagai cara bisa dilakukan para pemilik kendaraan roda empat untuk melindungi eksterior-nya agar tetap cantik. Salah satu yang bisa dilakukan adalah coating atau membalut cat mobil dengan bahan kimia tertentu agar mudah dibersihkan. Namun ada yang harus diperhatikan setelah dilakukan hal tersebut, seperti tidak boleh langsung di cuci.

Kata CEO Topcoat Indonesia Christopher Sebastian, mencuci mobil dengan shampo ber-PH tinggi bakal merusak cat khususnya setelah kendaraan dilakukan coating. Zat asam tersebut bisa membuat cat mobil karatan akibat korosi.


"Untuk perawatannya simple sekali. Setelah di coating jangan mencuci mobil menggunakan shampoo selama tiga hari. Setelah itu bebas, hanya saja dianjurkan menggunakan shampoo yang PH nya rendah (paling tinggi PH 12), dalam artian zat asamnya tidak terlalu tinggi," ucapnya kepada beberapa wartawan di helatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Karena shampoo itu ada zat asam sedangkan zat asam ini merusak. Sama saja seperti badan manusia kalau minum-minuman asam banyak-banyak pasti lambung sakit. Tapi di satu sisi zat asam inilah yang bisa membersihkan kotoran. Namun dia bisa mengkorosi," tambah Sebastian.

Selain itu, air hujan pun kerap memberikan kerusakan pada cat mobil yang baru selesai di coating. Karena, air tersebut memiliki tinggat asam yang cukup tinggi dan berbahaya bagi cat kendaraan.


"Selain dari air shampoo adalah air hujan. Kalau bisa kalau habis kena air hujan langsung disiram. Karena lebih baik mobil ini kena bekas siram air cuci daripada air hujan, dia sangat jahat sekali. Tidak di coating pun kalau kena air hujan harus segera di bilas dengan air bersih atau air cuci," ujar Sebastian.

Sebastian juga mengingatkan agar para pengendara mobil jangan terlalu sering untuk menggunakan jasa cuci mobil. Soalnya, zat asam di shampoo yang mereka gunakan sangatlah tinggi.

"Orang Indonesia itu malas sekali untuk cuci mobil. Kebanyakan mereka menggunakan jasa cuci mobil. Di tempat cuci mobil itu mereka punya shampoo yang zat asamnya tinggi karena dengan dia tinggi, mereka lebih mudah melakukan pembersihan kendaraan," paparnya.

"Selain itu, lapnya juga patut diperhatikan. Itu satu lap bisa digunakan seratus mobil. Jadi tidak tahu itu lap sudah kasar atau bagaimana sehingga biasanya kalau habis cuci di sana ada baretan halus pada mobil," tutup Sebastian. (ruk/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed