Minggu, 01 Apr 2018 12:47 WIB

Tak Ada Manfaatnya Pakai Oli Canggih di Mobil Jadul

Ruly Kurniawan - detikOto
Pakai oli canggih di mobil jadul, tak berpengaruh apa-apa ke performa mobil. Foto: detikcom Pakai oli canggih di mobil jadul, tak berpengaruh apa-apa ke performa mobil. Foto: detikcom
Bogor - Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan peforma terbaik di mobil tersayang. Salah satu diantaranya ialah menggunakan oli paling mutakhir. Namun ternyata, untuk mobil jadul seperti lansiran 1990-2000an malah tidak ada manfaatnya lho, Otolovers.

Agung Prabowo, Technical Specialist PT Pertamina Lubricant beberapa waktu lalu memaparkan bahwa tiap kendaraan pasti memiliki kecocokannya tersendiri dalam pelumas, khususnya oli. Bila menggunakannya melebihi atau kurang dari yang diharuskan, pembakaran hingga peforma mobil tidak bisa maksimal.


"Untuk mobil tua, kita perhatikan dulu itu tahun berapa pembuatannya lantas lihat API (American Petroleum Institute) service nya. Misalkan tahun 2000 ya dan pakai diesel, ini kan mobil masih CH (kategori mobilnya), belum CI karena dia keluar di tahun 2004. Jadi cukup gunakan oli yang CH, disesuaikan dengan rekomendasi dari API service-nya," katanya kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat.

"Karena semakin tinggi teknologi, partikelnya semakin kecil. Oli keluaran dulu (awal tahun 2000an), itu dipakai untuk oli-oli yang kompresinya kecil. Sehingga potensialnya kalau pakai teknologi terbaru akan terbakar. Jadi percuma. Kemahalan tapi tidak dapat manfaatnya," tambah Agung.


Perlu diketahui, API service merupakan Institusi Amerika yang menetapkan "grading" atau kemampuan sampai mana oli bisa bertahan. Mudahnya, API service itu menunjukkan kualitas daripada oli itu sendiri.

Dikesempatan tersebut pula, Agung memaparkan bahwa pemilihan oli yang baik dan benar sesuai dengan permintaan si kendaraan, mampu memperpanjang usianya.

"Patut diperhatikan juga bahwa umur mesin itu bukan dari bahan bakar bensin saja, tapi juga pemilihan oli-nya. Semakin banyak fuel yang terbakar di mobil maka mesin akan cepat rusak. Jadi gunakanlah oli sesuai dengan permintaan mobilnya. Sering-sering adjustment juga agar pembakarannya sempurna," tutup Agung.

(ruk/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed