Jumat, 23 Mar 2018 11:48 WIB

Tidak Ganti Oli Transmisi, Ruginya Bisa Sampai Rp 30 juta

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Ilustrasi mobil transmisi otomatis. Foto: Rangga Rahadiansyah Ilustrasi mobil transmisi otomatis. Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Bukan hanya oli mesin yang penting untuk diganti, Otolvers juga harus ingat oli transmisi wajib diganti rutin. Jika tidak, transmisi mobil bisa rusak. Kalau sudah rusak biaya perbaikannya bisa sampai Rp 30 juta.

"Yang namanya ganti transmisi atau transmission problem itu mahal sekali, relatif mahal. Mulai dari Rp 3 juta sampai belasan juta, malah kemarin itu kita handle ganti transmisi itu satu bokx bisa Rp 20-30 juta," ujar Supervisior-Business Area Sales Departmen PT Astra Otoparts, Chinto Adiputera, kepada wartawan, di Jakarta.



Untuk itu, dirinya menyarankan kepada para pemilik mobil untuk memperhatikan oli transmisi. Mulai dari penggantian sampai pemilihan spesifikasinya yang cocok dengan mobil masing-masing.

"Daripada nunggu rusak, mendingan dirawat secara rutin kan? Karena transmisi problem itu biaya gantinya relatif mahal," kata Chinto.

Lanjut Chinto menjelaskan, hubungan oli transmisi dengan keiritan bahan bakar memang ada, namun hanya sedikit sekali. Jadi memang untuk oli transmisi lebih pengaruhnya terhadap keberlangsungan kualitas transmisi mobil sendiri.

"Tidak terlalu signifikan efeknya (boros bensin). Lebih signifikannya ke ongkos perawatan transmisi mobilnya itu sendiri pada dasarnya malah. Jadi kalau mau dihitung-hitung untung ruginya ganti oli transmisi jadi bukan ke seharian bensinnya tapi ke kalau kita nggak ganti," jelasnya. (khi/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed