Ngerem yang Aman, yang Penting Nggak Panik

Ngerem yang Aman, yang Penting Nggak Panik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 27 Feb 2018 08:57 WIB
Ngerem yang Aman, yang Penting Nggak Panik
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo
Jakarta - Teknik pengereman saat berkendara perlu diperhatikan. Jangan sampai pengereman yang niatnya untuk menghindari bahaya malah berbalik membahayakan.

Norman Syam, Trainer di Indonesia Safety Driving Centre (ISDC), memberikan sedikit tips bagaimana mengerem dengan aman. Yang penting kata dia adalah jangan panik.

"Kalau mobil tanpa ABS, ngerem dengan cara dipompa. Pompanya seperti apa, tekan rem 100 persen tapi dikocok. Jangan sampai ban mengunci sesaat lebih lama, mobil akan ngesot dan membahayakan," kata pria yang akrab disapa Omen itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengereman juga bisa dibantu dengan engine brake. Teknik engine brake dengan menurunkan gigi secara bertahap membantu meringankan daya pengereman.

"Engine braking itu membantu beban kita pada saat pengereman. Memang engine brake itu harus dilihat takometer (RPM) berapa, jangan sampai begitu dia gigi rendah malah RPM tinggi, malah bikin rusak mobil, jadi harus menyesuaikan," sebut Omen.

Yang perlu diluruskan, lanjut Omen, adalah pengertian pengereman bukan untuk menghentikan kendaraan, tapi mengerem untuk mengurangi kecepatan. Maksudnya adalah, mengerem sampai menuju berhenti itu ada proses dan jaraknya. Tak bisa ngerem kendaraan langsung berhenti.

"Kalau mindset-nya (ngerem) menghentikan kendaraan, yang bisa bikin (langsung) berhenti cuma tembok, pohon, beton, artinya nabrak," katanya. (rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads