Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Sabtu 29 Juli 2017, 17:03 WIB

Ban yang Bocor di Dindingnya Tidak Disarankan Diperbaiki

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ban yang Bocor di Dindingnya Tidak Disarankan Diperbaiki Ilustrasi Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Memperbaiki ban atau menambal ban yang bocor boleh saja asal bocornya ada di tapak ban. Namun, jika lubang yang bocor ada di dinding ban, tidak direkomendasikan untuk ditambal sebaiknya langsung diganti saja demi keselamatan.

"Bocor disamping harus diganti. Itu berhubungan dengan konstruksi ban," kata PDP Business Manager Michelin Indonesia, Refil Hidayat saat ditemui di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Saat ini, banyak ban berteknologi radial. Jika ban radial itu dibongkar, akan terlihat lapisan-lapisan bannya mulai dari benang sampai baja.

"Kenapa saat tusukan samping tidak direkomendasikan untuk di-repair, karena konsturksi di samping itu cuma benang doang," ucap Refil.

Kemudian, profil atau dinding ban biasanya akan naik-turun seperti suspensi ketika digunakan. Ketika bagian dinding ban rusak, dan benang pada bagian itu putus sementara ban bekerja naik-turun seperti suspensi terus, maka akan membahayakan.

"Misalnya lari di tol, terus ada tambalan di samping, di titik tertentu ban itu tidak enggak kuat naik-turunnya, bisa meledak bannya. Lebih parah kalau yang meledak itu ban belakang, bisa keguling mobil dia. Makanya kita tidak rekomen untuk me-repair ban yang bocor di dindingnya. Karena enggak akan kuat," kata Refil.

"Kalau (bocornya) di tapak masih bisa di-repair, tapi melihat kondisinya. Kita merekomendasikan maksimal lebar lubangnya itu 6 mm. Kalau lebih dari itu kita enggak rekomen untuk repair. Karena sudah terlalu banyak kerusakan strukrurnya," tambahnya. (rgr/lth)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed