Biasanya, menaikkan ukuran pelek dibarengi dengan mengganti ban yang profilnya sampingnya lebih tipis. Dengan begitu, diameter keseluruhan roda tak jauh beda dengan standard pabrikan.
"Tapi orang kadang menaikkan ukuran pelek, tapi dia kadang tidak memperhatikan kualitas bannya," kata PDP Business Manager Michelin Indonesia, Refil Hidayat saat ditemui di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat profil ban jadi tipis, maka dibutuhkan kekuatan dinding yang lebih baik. Kalau tidak lebih baik, setelah sekian lama dipakai, dinding bisa jadi retak-retak. Makanya dibutuhkan ban yang memiliki performance itu juga. Jadi pilih lah ban yang memiliki tingkat kualitas kekuatan dinding yang baik, sehingga dia jangan sampai dipakai sebentar sudah retak-retak," ucap Refil. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans