Selasa, 06 Des 2016 08:57 WIB

Kiat Bikin Mobil Lebih Irit BBM

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Bandung - Mobil yang lebih hemat bahan bakar minya (BBM) memiliki banyak keuntungan. Anda bisa menghemat pengeluaran dan membantu menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Trainer Nissan College Nissan Motor Indonesia, Sugihendi, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar mobil tetap irit bahan bakar. Salah satunya adalah faktor kondisi kendaraan dan penggunaan jenis BBM yang tepat.

"Persiapan pertama, bahan bakar. Gimana mobil kita mau efisien kalau bahan bakarnya enggak sesuai. Setiap mobil kan ada rasio kompresi, itu harus disesuaikan jenis BBM. Misal mobil kita butuh oktan 92, dikasih bensin oktan 88, tidak bisa eco drive. Mobilnya under power. Mobil tetap jalan, tapi tidak maksimal powernya, akibatnya kita ngegas lebih dalam," kata Sugihendi.

Selanjutnya adalah tekanan angin ban. Sebaiknya sesuaikan tekanan angin ban dengan rekomendasi pabrikan. Anda bisa mengecek rekomendasi tekanan angin ban dengan melihat stiker di pintu pengemudi.

"Kenapa vital? Ban kan ada diameter tertentu. Kalau ban kempes, diameter ban mengecil. Makanya moil kempes turun bodinya. Karena dia kempes, overall diameter mengecil. Kedua, saat kempes ban lebih menyeret, tapaknya lebih besar. Secara langsung menambah beban buat mesin. Akibatnya BBM lebih boros. Makanya tekanan ban harus pas. Untuk mengeceknya buka pintu kanan depan pasti ada stiker tekanan ban yang sesuai," jelas Sugihendi.

Kemudian hindari membawa beban berlebih. Jika kendaraan menahan beban berlebihan, maka konsumsi BBM pun bakal semakin boros.

"Prinsipnya, kalau kita naik sepeda sendiri sama boncengan kan entengan sendiri. Sama, di mobil juga begitu. Begitu overload, misalnya mudik 7 orang plus barang berlebihan, jagan pernah bicara eco drive. Itu akan lebih boros," ujarnya.

Tips berikutnya adalah selalu merawat kendaraan Anda secara berkala. Dengan cara itu, kendaraan akan tetap prima dan bisa membuat efisiensi BBM lebih maksimal.

"Periodic service, karena oli dan komponen lain mempunyai umur. Pada saat mencapai batas umurnya, otomatis harus diganti, supaya performa mesin tetap stabil. Ternyata ini banyak dilupakan sama pemakai. Mobil belum masuk bengkel kalau belum rusak," kata Sugihendi.

Selebihnya, tergantung cara Anda mengendarai mobil. Kalau kondisi mobil sudah prima tapi cara mengendarainya masih agresif tetap saja mobil akan boros bahan bakar. Lalu, bagaimana cara berkendara yang irit bahan bakar? Simak terus tipsnya di detikOto. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed