Dijelaskan Sales Executive PT Berkat Sahabat Sejati, Fran Senetra, distributor sebuah merek ban mobil, untuk perawatan ban dua hal penting yang harus dilakukan yaitu mengecek tekanan angin dan melakukan rotasi ban.
"Untuk perawatan ban, yang penting cek tekanan angin dan rotasi ban harus teratur," ujar Fran kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Periksa Tekanan Angin Secara Rutin
|
Foto: Bridgestone
|
Tips untuk Otolovers yang akan memeriksa tekanan angin, lakukan pada saat ban dalam keadaan dingin. Mengapa? Karena dalam keadaan panas tekanan angin dalam ban akan meningkat.
Jika mobil yang Otolovers baru saja gunakan, biarkan suhu ban turun sebelum diperiksa tekanan anginnya.
2. Lakukan Rotasi Ban
|
Foto: Dadan Kuswaraharja
|
Untuk melakukan rotasi, dianjurkan bila jarak tempuh mobil sudah mencapai 3.000 hingga 4.000 km.
"Jika sudah 3.000 atau paling maksimal 4.000 km harus dirotasi supaya habis masa pakai lebih bagus. Jadi tidak boleh horizontal terus," saran Frans.
Untuk melakukan rotasi ban terdapat dua sistem yaitu pada empat roda dan lima roda (termasuk ban cadangan).
Pada sistem rotasi 4 roda, dapat dilakukan dengan cara diagonal atau segaris. Cara diagonal, rotasi dilakukan dengan menukar ban depan kiri dengan belakang kanan. Selanjutnya, ban depan kanan dirotasi dengan belakang kiri.
Untuk sistem rotasi segaris, ban kanan depan ditukar dengan ban kiri depan. Serta ban kanan belakang ditukar dengan ban kiri belakang.
Khusus untuk rotasi dengan 5 roda, ban cadangan atau serep dipasang di bagian kiri belakang, serta ban kiri belakang pindah ke depan kiri.
Halaman 2 dari 3












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin