Apa saja yang harus dilakukan pengendara mobil untuk menyiasati keadaan demikian? Berikut ada tips dan trik yang diberikan oleh pereli nasional sekaligus pendiri konsultan keselamatan berkendara Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar.
1. Jaga rpm agar tidak terlalu agresif
|
|
Dengan menjaga kecepatan dan rpm, Anda bisa mengambil ancang-ancang jika akan mengerem.
βKetika Anda melewati jalanan basah, sudah pasti banget braking distance minimum akan lebih panjang 1,5 kali. Itu minimum ya, bisa lebih panjang lagi. Rpm tidak boleh terlalu agresif, lateral saja speed dengan rpm,β ujar Rifat.
2. Jangan mengerem saat aquaplaning
|
|
βSaat Anda lewat aquaplaning hal pertama yang harus dilakukan jangan ngerem. Kalau mengurangi gas tidak apa-apa. Jangan injak rem di air. Kalau mobil Anda ada ABS-nya ya bolehlah,β kata Rifat.
βTapi kalau tidak ada ABS, Anda injak rem ya ban akan blocking, terkunci. Kalau di air kedua-duanya ngunci jadinya you canβt do nothing.β
Jadi Otolovers, penting untuk diingat saat otolovers mengalami aquaplaning, pengereman harus dihindari untuk mencegah blocking.
3. Perhatikan Posisi Air Filter
|
|
βKewajiban semua pemilik mobil menjelang musim hujan, especially di Jakarta, sempatkan buka mesin, lihat air filternya ada di mana. Dengan posisi air filter, Anda berdiri di depan mesin, kira-kira saja di mana ketinggian air, apakah di dengkul atau di mana,β jelas Rifat.
Halaman 2 dari 4












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat