Training Director di The Real Driving Center (RDC), Marcell Kurniawan menjelaskan, dengan menjaga jarak, reaksi untuk menghindar dari kecelakaan bisa dilakukan. Menurutnya ada tiga faktor yang membuat pengendara harus jaga jarak aman.
"Pertama, reaksi dari faktor manusia. Dari kita melihat ada objek, terus otak proses sampai injak rem itu ada waktu kurang lebih 1 detik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari rem diinjak, booster bekerja dorong cairan rem, sampai kaliper bergerak itu ada waktu setengah detik," jelasnya.
Yang ketiga adalah faktor momentum. Semakin tinggi kecepatan, maka semakin jauh reaksi pengereman hingga benar-benar berhenti.
"Makanya kita harus jaga jarak aman, lakukan 3 seconds rule yaitu jaga jarak 3 detik dari mobil di depan. Bahkan kalau jalan basah, hujan kita harus tambahkan detik ekstra, dari 3 detik jadi 4 detik," sebutnya.
Nah, kalau mobil di belakang Anda tetap menempel tanpa jaga jarak, tambahkan jarak satu detik lagi dengan mobil di depannya. Hal itu untuk menghindari risiko ditabrak dari belakang.
"Kalau misalkan nempel banget, kita tambahkan 1 detik lagi, tujuannya agar tidak ditabrak dari belakang. Karena ketika kita jaga jarak aman kita ngerem dengan smooth, walaupun di belakang nempel kita tetep bisa menghindari tabrakan dari belakang," ucap Marcell.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!