Agar tidak mengalami hal yang tidak diinginkan, kontrol emosi menjadi salah satu faktor penentu. Sebab, dengan mengontrol emosi keselamatan berkendara bisa terjamin.
βMemang kalau sebagai manusia kita menuruti sifat, semua orang pasti terpancing emosi. Tapi kalau kita belajar mengemudi dengan aman, kita harus berusaha menyelamatkan diri kita," kata instruktur mengemudi profesional yang telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Nugroho Respati di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang hal itu sulit diterapkan. Tapi jika tidak dimulai dari diri sendiri, keselamatan berkendara tidak akan terlaksana sampai kapan pun.
"Kalau kita menjumpai orang yg memancing emosi justru jangan terpancing. Biarkan orang lain meningkatkan resiko mereka. Memang sulit menunggu orang lain memulai tapi harus mulai dari diri kita untuk keselamatan kita sendiri," ujar Yoyok.
Sementara itu, Duta Safety Driving yang juga pebalap nasional, Rifat Sungkar menuturkan, orang-orang yang sudah beredar di jalan dan sudah memiliki SIM pastinya sudah dianggap dewasa. Logikanya, orang yang sudah dewasa sudah harus melakukan hal yang lebih baik lagi. Salah satunya adalah sikap di jalanan.
"Orang yang udah punya title dewasa, pastinya orang harus berbuat lebih baik," ujarnya.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!