Kejadian seperti itu, bisa dicegah. Caranya pun mudah.
"Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari minyak rem yang habis (di kendaraan penumpang), hingga kanvas dan piston rem yang rusak," tutur Hamid Abidin, mekanik senior Bandar Motor, Tangerang, saat dihubungi detikOto, Selasa (06/01/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya rem tak pakem lagi ketika digunakan. Oleh karena itu sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kedua komponen itu setelah mobil menempuh jarak 10.000 kilometer.
Kedua, selang minyak rem yang tersumbat. Umumnya, mobil penumpang menggunakan sistem pengereman dengan tekanan fluida dari minyak rem dalam mekanisme pengereman.
Oleh karena itu, kondisi minyak rem dan selang minyak yang berukuran kecil sangat penting diperhatikan.
Sering membuka tutup tabung minyak rem bisa menyebabkan kotoran masuk ke tabung dan kotoran bisa menyumbat selang. Akibatnya fungsi pengereman tidak berfungsi dengan baik.
Penyebab lainnya adalah, sil piston master aus. Ada beberapa penyebab selain faktor usia, yakni kualitas minyak rem yang sudah tak bagus karena telah basi atau karena terkontaminasi akibat sering membuka tutup tabung minyak.
Oleh karena itu disarankan menguras dan mengganti minyak rem setiap setiap enam bulan tau maksimal srtahun sekali.
Selain ketiga hal itu, faktor suhu juga berpengaruh ke kualitas minyak rem. Minyak yang telah berubah dari kondisi yang semestinya sangat berpengaruh terhadap daya tekan saat dilakukan pengereman.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM