Menurut Anas Ridwan, salah seorang analis kredit sebuah perusahaan pembiayaan otomotif di Jakarta, ada beberapa langkah yang harus dilakukan calon pembeli.
"Mulai dari cat, sasis, bodi hingga mesin. Intinya jangan terburu-buru dan mengetahui riwayat mobil sangat penting," tuturnya kepada detikOto di Jakarta, Kamis (1/01/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tangan kedua atau bahkan tangan ketiga, maka perlu pencermatan yang ekstra. Apakah ada masalah dengan mesin? Apakah pernah menabrak atau ditabrak? Atau lainnya?
Aspek lain yang perlu dicermati adalah kelengkapan dan keaslian surat-surat, kondisi sasis untuk memastikan apakah pernah kecelakaan, kondisi bodi dan kabin untuk memastikan apakah pernah terendam banjir.
"Cara paling umum dan gampang untuk melihat mobil apakah pernah terendam banjir atau tidak adalah dengan mencermati bagian kabin. Karena ada garis-garis bekas air masih terlihat," kata Anas.
Sedangkan untuk memastikan kondisi bodi apakah masih asli atau sudah pernah penyok, cara yang paling gampang adalah melihat tampilan cat. Bekas cat baru dengan cat lama dari pabrik jika dicermati lebih teliti akan berbeda.
Cara lainnya dengan mengetok-ketok bagian demi bagian bodi dengan tangan. Bagian bodi yang masih asli akan bersuara lebih nyaring karena belum terlapis oleh dempul.
"Langkah lainnya, lakukan tes drive untuk memastikan kondisi mesin. Lakukan beberapa kali di berbagai kondisi jalan," imbuh Anas.
(arf/ady)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Tampang SUV Seharga Rp 104 Jutaan yang Sudah Bisa Dipesan di Dealer