Salah seorang teknisi di bengkel One Station Gading Serpong yang menerima sertifikasi Tyre and Wheel Alignment secara internasional, Iwan membocorkan 3 faktor yang mempengaruhi hasil spooring. Untuk bisa menghasilkan spooring yang baik hal pertama adalah faktor ukuran bannya.
"Jadi ban itu harus selaras. Ukuran yang depan dengan yang belakang harus sama. Jadi kalau setiap poros (ban depan-belakang) itu satu tinginya 65 satunya 60 itu enggak boleh. Otomatis kalau begitu mobil larinya ke yang lebih rendah," kata Iwan di Outlet One Station Carrefour Lebak Bulus, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tekanan angin mesti sama. Yang depan satu poros, kiri-kanan mesti sama. Yang belakang satu proros kiri-kanan mesti sama. Jadi ketika sensor terbaca oleh kamera, itu tidak ada perubahan ketika spooring," lanjut Iwan.
Faktor terakhir yang juga menjadi hal terpenting adalah penggantian peranti di kaki-kaki mobil. Iwan mengaku, sebelum melakukan spooring teknisi di bengkel One Station selalu memeriksa kondisi kaki-kaki. Kalau sudah tidak bisa berfungsi dengan baik, peranti itu direkomendasikan untuk diganti.
"Ketika di-spooring nanti, ban, kaki-kaki, shockbreaker kan dicek sama teknisinya. Jika ada masalah, teknisi rekomendasi untuk perbaikan dahhulu. Mendingan diganti dulu," saran Iwan.
Sebab, bila tidak diganti, hasil spooring hanya bertahan sementara. "Kalau bannya berbeda, kaki-kaki berbeda terus sudut-sudutnya berbeda dan enggak bisa di-spooring tapi konsumen tetap mau spooring nanti hasilnya bertahan paling setengah jam atau satu jam," tambahnya
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda