Tachograf adalah semacam alat digital berbentuk seperti tape radio di mobil yang fungsinya untuk merekam perilaku berkendara seseorang. Perangkat ini juga bisa mengingatkan jika cara berkendara pengemudi tidak aman.
"Di Indonesia ini peraturanya sudah ada, tapi belum diterapkan," kata Kapuslitbang Darat dan Perkeretaapian Yugi Hartiman saat ditemui di Kantor Litbang Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Uni Eropa tahun 2005 sudah ada pakai digital. Kita belum, padahal sudah ada undang-undang mengenai perilaku berkendara," tutur Yugi.
Berdasarkan studi yang dilakukan di 50 kendaraan umum, tachograf bisa mengurangi konsumsi BBM hingga 7,3%. Kemudian tentu saja bisa mengurangi risiko kecelakaan hingga 9,3%.
Alat ini memiliki standar mengenai cara pengereman, sistem akselerasi gas, GPS, dan fitur pemandu berkendara lainnya. Jika pengemudi berkendara di luar standar tersebut, maka sistem akan memberikan peringatan dengan teks atau suara, seolah pengemudi dinasihati.
"Nanti diterapkan di angkutan umum, barang juga bisa. Pribadi belum. Kalau memang manfaatnya besar, bisa dibuat aturannya," ucap Yugi.
Sistem ini pun memiliki fitur untuk merekam semua perilaku berkendara si pengemudi. Tachograf pun dilengkapi kamera untuk melihat kondisi luar atau dalam kendaraan.
(zul/ddn)












































Komentar Terbanyak
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?