Instruktur Service Training Department PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Aji Prima mengatakan mesin mobil yang dicuci itu nantinya soket-soketnya akan kemasukan air dan meski dikeringkan dengan cara disemprot dengan air belum tentu semuanya kering.
"Kalau mau cuci itu pastikan dulu mobil kita itu konvesional atau sudah elektrikal. Kalau masih konvesional sebenarnya masih bisa tapi kalau sudah elektrikan semuanya sampai ke soket-soket lampu dan segala macamnya tidak disarankan karena berbahaya," beber Aji dalam acara Workshop di Daihatsu Technical & Training Center, Sunter, Jakarta Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disarankan dilap saja, misalnya pakai kanebo dibasahi lalu dikeringkan dan lap permukaan mesin yang kotor, setelah kanebonya kotor, cuci lagi lalu lakukan hal seperti itu seterusnya," ucapnya.
Jika tetap dipaksa dicuci dengan cara di semprot atau di steam maka potensi terjadinya kebakaran sangat besar. Sudah banyak contoh nyatanya yang setelah mesinnya dicuci ketika selesai dan mesinnya dinyalakan, banyak yang terbakar.
"Pengalaman saya dulu pakai Hyundai Accent tahun 2000, saya cuci mesinnya pakai steam, habis itu kebakar dan biaya membetulkannya cukup mahal. Saya habis 7 juta untuk memperbaikinya," katanya.
(ady/lth)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih