Mengendarai mobil dengan transmisi otomatis atau matik memang mengasyikkan. Hanya dengan menginjak pedal gas dan rem saja mobil sudah bisa melaju.
Tapi kalau sudah rusak biaya yang harus dikeluarkan memang tergolong lebih mahal dibanding mobil dengan transmisi manual. Jangan khawatir Otolovers, Anda semua masih bisa mencegahnya.
Bambang Hariyanto, pemilik sekaligus kepala mekanik di bengkel BM Service di Mega Glodok Kemayoran, Lantai 6 Blok E 3 No.2 menerangkan cara mudah untuk mecegah kerusakan pada mobil transmisi matik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perawan oli transmisi wajib dilakukan setiap 1 atau 2 tahun sekali. Karena untuk mencegah penguapan kadar air di oli tersebut menjadi lembab, sehingga fungsi pelumasnya berkurang yang mengakibatkan plat kolpingnya cepat mengelupas atau rapuh.
2. Kalau mobil maju & mundur usahakan dalam mobil dalam keadaan diam terlebih dulu.
Kalau mobil mau mundur ataupun maju, usahakanlah tongkat transmisi pada posisi N atau mobil dalam keadaan diam terlebih dulu.
"Yakinkan bahwa mobil itu bener- berhenti, baru kita masukan tongkat transmisi ke posisi D atau R untuk maju ataupun mundur," terang Bambang saat ditemui detikOto di bengkelnya.
Saat ditanya apa pengaruhnya jika mobil belum diam?
Menurut Bambang, kalau pengendara sering memajukan atau memundurkan mobilnya sebelum mobil itu benar-benar terdiam atau berhenti maka akan memperpendek usia transmisi itu sendiri dan akan cepat merusak part pada transmisi matiknya.
"Misalnya harusnya 10 tahun baru diganti jika sering melakukan hal itu bisa lebih pendek atau pas 5 tahun harus sudah diganti dan biayanya juga sangat mahal," tandasnya.
(ady/ikh)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin