Saat berkendara dalam kecepatan rendah, bisa mengakibatkan penumpukan kerak karbon lebih cepat. Dimana aliran pembuangan gas bekas dan sisa pembakaran lebih lambat dibanding pada kecepatan tinggi.
"Benar itu, apalagi memakai bahan bakar yang rendah oktan. Ini bisa membuat mesin kendaraan menjadi ngelitik. Terutama untuk di daerah-daerah. Kita kan sering temui tuh adanya bensin murni dan campur. Padahal kita tidak mengetahui berapa kadar oktannya," kata Kepala Bengkel Plaza Toyota Tendean, Parman Suanda, saat dihubungi detikOto, Selasa (29/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inilah salah satu penyebab ngelitik selain penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan.
Ngelitik bisa terjadi pada semua kendaraan yang bermesin bensin. Karena seperti informasi dari Auto2000, bahan bakar bensin mengandung olefin/diolefin dan aromatic.
Senyawa-senyawa kimia inilah salah satu penyebab terbentuknya deposit karbon, dimana zat-zat tersebut memiliki kestabilan panas yang tidak begitu tinggi, yang dapat menjadi deposit jika terekspos pada suhu tinggi.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun