5 Kesalahan Ketika Beli Mobil Baru

5 Kesalahan Ketika Beli Mobil Baru

- detikOto
Jumat, 06 Jul 2012 16:22 WIB
5 Kesalahan Ketika Beli Mobil Baru
ilustrasi
Jakarta - Memiliki mobil baru memang menjadi dambaan kita. Terlebih mobil baru tersebut menjadi mobil pertama. Nah, mungkin sebagian pengendara mobil baru belum banyak mengetahui cara memberlakukan mobil baru.

Seperti melakukan modifikasi esktrim yang mengakibatkan hilangnya asuransi dan garansi mobil.

Faktor lainnya masih banyak yang tidak diketahui oleh pemilik mobil baru. Padahal pengetahuan itu sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 5 kesalahan tersebut:

1. Tidak melihat kebutuhan

ilustrasi
Melihat kebutuhan akan beli mobil baru sangatlah penting. Dalam perkembangan industri otomotif saat ini, banyak ditawarkan produsen mobil mulai dari city car (mobil kecil untuk perkotaan), Multi Purpose Vehicle (MPV), sedan atau Sport Utility VehicleΒ  (SUV).

Maka saat membeli mobil bukan lagi bergantung dengan melihat mewahnya mobil atau besarnya mobil. Tapi lebih kepada kebutuhan. Sesuaikan jenis mobil dengan kebutuhan Anda.

2. Tidak membaca buku manual

ilustrasi
Kebiasan pemilik mobil baru adalah malas membaca buku manual.

Padahal segala instruksi-instruksi yang ada di dalamnya, dimulai dari tekanan ban, cara mengoperasikan lampu utama hingga pemasangan seat belt ada di buku manual dan tetek bengek lainnya ada di mobil dan lumayan lengkap.

Jadi jangan lupa membaca buku manual kendaraan yang biasanya disimpan di laci mobil.

3. Modifikasi

ilustrasi
Langkah modifikasi mobil tanpa disadari bisa menghilangkan asuransi dan garansi mesin (5 tahun) dari pabrikan.

Contoh ringan adalah ketika pemiliki modifikasi esktrim bodi mobil hingga mengganti ukuran pelek. Garansi akan hilang secara otomatis begitu pemilik mobil mengubah struktur bodi.

Tetapi jika memang anda penggila modifikasi dan tak masalah garansi hangus, sialakan saja memodifikasi mobil sesuka hati.

4. Pemilihan BBM

ilustrasi
Faktor pertama yang harus pemilik mobil pahami adalah pemilihan jenis bahan bakar minyak yang tepat untuk kendaraan.

Biasanya arahan tersebut tersedia di buku manual. Sesuaikan mesin mobil dengan kadar oktan (RON) yang dianjurkan pihak pabrikan. Apalagi mobil-mobil keluaran terbaru sekarang meminta bensin dengan oktan di atas 90.

Jangan sampai mesin mobil Anda bekerja keras dan ngelitik karena menggunakan BBM yang tidak tepat.

5. Tidak Mematuhi Masa Inreyen

ilustrasi
Kabar beredar jika mobil masih baru (inreyen) kendaraan roda empat di zaman modern ini tidak diperlukan lagi.

Padahal Inreyen harus dipatuhi saat membeli kendaraan baru. Inreyen sangat penting untuk menghaluskan permukaan komponen-komponen di mesin baru yang saling bersentuhan.

Umumnya inreyen dilakukan pada tidak lebih dari 4.250 RPM dengan kecepatan tidak lebih dari 100 km/jam. Dan cara ini berlangsung hingga 500 km pertama.

Halaman 2 dari 6
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads