Hal tersebut disampaikan pemilik bengkel G-Speed, Galih Laksono di Jakarta, akhir pekan lalu.
"7.500 atau 10.000 km itu kombinasi jalan macet dan tol, sementara di kota ini itu menurut saya tol atau highway itu sekedar nama saja, faktanya lebih banyak macet.Ketika macet umur mesin akan turun, jadi ketika pabrik mengklaim ini bisa 7.500 atau 10.000 untuk ganti oli, saya sama sekali tidak menyarankan cukup 5.000 km saja," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau bicara kilometer di Jakarta ini, menurut saya batas amannya 5.000 km," ujarnya.
Senior Development Technologist dari Castrol, Gareth Bracchi menambahkan mengemudi berhenti-jalan (Stop Start) berarti selain lebih banyak mempercepat dan menurunkan laju kendaraan dan juga menambah waktu berhenti dengan mesin menyala.
"Sepertiga dari perjalanan dihabiskan dengan berhenti dengan mesin menyala dan pada saat ini tekanan paling tinggi pada bagian penting mesin. Dan ini yang menyebabkan mengemudi berhenti-jalan dapat menyebabkan keausan mesin mikroskopis pada bagian penting mesin," ujarnya.
Castrol pun sudah merilis oli khusus untuk mobil yang sering kena macet di jalanan, yakni Castrol Magnatec Stop-Start.
"Castrol Magnatec Stop-Start memiliki molekul pintar yang menempel pada mesin, membentuk lapisan self-healing sehingga dapat memberikan perlindungan 20% lebih baik dalam mencegah keausan mikroskopik terbukti pada tes mesin," ujar Country Marketing Manager Castrol Indonesia Deananda Sudijono.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit