Ini Suka Duka Jadi Usher di Pameran Otomotif

Rizki Pratama - detikOto
Selasa, 06 Nov 2018 14:19 WIB
Foto: Rizki Pratama
Jakarta - Bagi seorang wanita memiliki wajah rupawan dan tubuh yang menarik memiliki peluang besar untuk menjadi usher pameran sepeda motor atau mobil. Pekerjaan usher cenderung lebih mudah dan memiliki tarif yang lebih besar daripada SPG yang harus menjualkan produk kepada orang.

Seorang usher biasanya hanya bertugas sebagai pemanis sebuah motor atau mobil selama ajang pameran berlangsung.


Meskipun terdengar cukup mudah, ada tantangan tersendiri yang dialami oleh para wanita cantik yang dituntut untuk selalu ramah kepada para pengunjung ini.

Rayuan gombal dari pengunjung hingga sentuhan-sentuhan fisik yang tidak perlu menjadi resiko tersendiri yang mengganggu para usher ini.

Bagi beberapa usher Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 ada batasan tertentu yang dianggap masih wajar terhadap mereka. Contohnya Alisha yang bertugas sebagai usher dari sepeda motor Honda masih memaklumi mereka yang sekedar berkenalan atau berbagi nomor telepon.


"Untungnya selama menjalani profesi ini belum pernah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari pengunjung. Paling sekedar tukeran nomor telepon atau kenalan masih standar lah ya. kalau untuk dilecehkan atau ngomong nggak sopan belum pernah," ungkap wanita bersuara seksi ini.

Berbeda dengan Alisha, Sasa yang bertugas di Booth Yamaha sebagai usher seringkali merasa tidak nyaman dengan pengunjung yang terlalu dekat ketika diajak berfoto.

"Saya biasanya pilih pakaian yang tidak terlalu terbuka biar nggak diganggu, tapi kalau ada yang minta foto bareng dan agak nempel risih lah," ujarnya.


Menanggapi segala gangguan yang tidak menyenangkan tersebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh usher. Ketika pengunjung sudah melebih batas tertentu usher tidak perlu mengacuhkan orang tersebut.

"Pernah ada pengunjung yang usil, nanggepinnya ya aku kabur. Kalau pengunjung kurang sopan atau nanya aneh-aneh cuekin aja atau kabur toh juga dia pergi sendiri," ujar Indah yang mayoritas pendapatannya didapat dari pekerjaan sebagai usher.

Selain cara di atas, Jennie yang berjaga sebagai usher Kawasaki di IMOS 2018 mengatakan cara yang lebih ampuh adalah mengadukan perlakuan atau perkataan tidak menyenangkan yang dilakukan pengunjung kepada klien atau koordinator ushernya sendiri.

"Pengunjung usil nggak terlalu banyak sih ya, digodain sih emang iya dan kita harus ramah juga pada mereka. Biasanya kalau merasa terganggu aduin aja ke koordinator kita," tegas Wanita ramah ini. (rip/dry)