Sabtu, 06 Jan 2018 16:02 WIB

Tantangan Cewek Iran yang Jelajah Planet Bumi Pakai Motor

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: dok. hindustantimes Foto: dok. hindustantimes
Jakarta -

#Repost @ridetobeone ・・・ RIDE DAY 172, Country No. 18, CONTINENT No. 4 Medellin to Salento COLOMBIA If you ride just south of the city of Medellin, that is famous beautiful hills. It is known as the Zona Cafetera, and that's where the world-famous Colombian coffee is grown. Learn more at www.ridetobeone.com @maralyazarloo @trivedipankaj @panchshil_realty @ladyridersofindia #spanish #espano #salento #coffee #plantation #bean #humansoftheworld #tourist #ontheroad #travelgram #girlswhotravel #motorcyclediaries #ridetobeone #travel #exploretheworld #SharingIndependence @bmwmotorradusa #bmwmotorrad #bmwmotorradindia #touratech @touratechusa #Metzeler #MotorcycleTyres #Karoo3 #MatzelerKaroo3 #latina #latino #visitcolombia #discoversouthamerica #colombia

A post shared by Dr. Maral Yazarloo (Official) (@maralyazarloo) on Oct 9, 2017 at 8:05am PDT

Wanita kelahiran Iran bernama Maral Yazarloo ini memiliki misi keliling dunia pakai sepeda motor. Wanita yang sejak 15 tahun lalu tinggal di India ini menjelajah planet Bumi pakai motor gede (moge) BMW GS bermesin 800 cc.

Hindustan Times memberitakan, Yazarloo juga mengendarai motor melalui salju dan es di Antartika. Dia dan satu rekannya, Pankaj Trivedi (42), seorang fotografer dan pembuat dokumenter, menghabiskan waktu satu bulan di kapal di sana. Ini merupakan prestasi yang jarang dicapai banyak orang.

"Dulu, dua bikers wanita memang berhasil melakukan perjalanan ke Antartika, tapi dengan motor kecil. Kami menggunakan moor yang jauh lebih besar dan lebih berat yang membuatnya jauh lebih menantang," katanya.

Untuk mengakomodasi motor besar itu, Yazarloo dan Trivedi telah memesan perahu layar setinggi 50 kaki. "Juga, kita mempersiapkan diri setiap hari untuk menghadapi cuaca," tambahnya.

Sepanjang perjalanan, kedua bikers itu menghadapi berbagai tantangan berupa cuaca dan medan ekstrem. Namun, tantangan yang sering dijumpainya adalah soal konsep makanan yang harus disampaikan kepada koki restoran karena Trivedi tidak makan daging.

"Bahasa adalah penghalang besar, tapi sejauh ini kami berhasil mendapatkan setidaknya keju, roti, dan mie. Laos terbukti menjadi negara terberat dalam hal ini sampai sekarang," ujarnya.

Selain menjadi lady biker, Yazarloo juga melakoni kehidupan profesionalnya. Dia sudah meraih gelar MBA dan PhD di bidang pemasaran dan merupakan kepala ritel dan pemasaran di Panchshil Reality sejak 11 tahun. Bahkan, dia meluncurkan merek fashion bernama Ma/Ya yang menawarkan perlengkapan pengantin hingga pakaian anak-anak. Selama touring jelajah dunia, Yazarloo sekalian mengeksplorasi kain di berbagai negara.

"Saya sedang mempelajari tekstur tradisional, kain, dan cerita di baliknya. Sebagai desainer, saya pikir penting untuk mengetahui apa yang kita kenakan. Sejauh ini, saya sangat terkesan dengan pabrik kain sutera dan lotus di Myanmar," kata Yazarloo.

And we finished our US trip and getting to Mexico!

A post shared by Dr. Maral Yazarloo (Official) (@maralyazarloo) on Sep 9, 2017 at 9:58pm PDT

(rgr/khi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed