Ini Pelajaran Dasar BM Polwan Taklukkan Harley-Davidson

Ini Pelajaran Dasar BM Polwan Taklukkan Harley-Davidson

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Rabu, 20 Sep 2017 16:27 WIB
Ini Pelajaran Dasar BM Polwan Taklukkan Harley-Davidson
Foto: Khairul Imam Ghozali
Tangerang -

[Gambas:Video 20detik]



Menjadi Brigadir Motor Polisi Wanita (BM Polwan) tidak mudah, apalagi menunggangi motor besar Harley-Davidson, butuh kemampuan khusus agar aman mengendarainya. Lantas pelajaran dasar apa saja yang dipelajari para BM Polwan?

Salah satu Periwra Pengendali BM Polwan Ditlantas Metro Jaya, AKP Yunita Natallia Rungkat, menjelaskan materi awal untuk dipelajari dan dilakukan oleh para anggota BM Polwan dimulai dari perkenalan motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Satu polwan diberikan tanggung jawab untuk mengawaki satu motor. Untuk itu sebelum ke tahap mengendarai mesti berkenalan dahulu dengan kendaraannya.

"Menyalakan mesin motor gini kan beda sama menyalakan mesin motor biasa, cc-nya juga besar ada yang 1.500 cc, ada 1.800 cc. Beda deh, ngasih tahu cara nyalain motor, kan beda motor besar kayak gini sama motor-motor biasa, starternya, ada tombol on/off-nya, dan lainnya," ujarnya kepada detikOto di Pusdik Lantas Polri, Serpong, Tangerang.



Masih dalam tahap pengenalan kendaraan, para anggota juga diberikan latihan mendorong atau menuntun motor. Hal tersebut bertujuan agar para anggota tahu seberapa berat kendaraan dan bisa menyesuaikan nantinya.

"Untuk penguatan, kan ini berat, jadi kalau misalnya langsung naik wah jatuh, jadi ada tekniknya, berdua dorong-dorong dulu kuatkan kaki sama tangannya kan, sama sebelum itu ada latihan fisiknya," tutur Yunita.



Lalu masuk ke tahap menaiki dan mengendarai motor. Di sini, kata Yunita, para anggota diajarkan teknik-teknik dasar mengendarai motor besar. Mulai dari cara melepas kopling, menarik gas, dan dilatih berjalan dengan kecepatan rendah.

"Kopling harus dilepas pelan-pelan sambil narik gas pelan-pelan, nggak bisa asal lepas kopling kan bisa loncat motor, koplingnya juga keras," papar Yunita.



"Makanya kekuatan ada di tangan dan kaki. Untuk itu, kita sebelum mengendarai selalu ada warming up, itu diajarinya di awal-awal. Kalau kecepatan rendah agar melatih keseimbangan," tambahnya.

Setelah semua pelajaran dasar diberikan dan sudah bisa dilakukan, baru menuju ke tahap membuat formasi koreografi.

"Menaiki, yang pasti karena ini baru jadi semua dari awal, dari awal sampai bisa mengendarai, terus masuk ke formasi koreografi," tutup Yunita. (khi/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads