"Jadi misalnya kita konvoi di suatu tempat, lalu bertemu di lampu merah, kadang yang cowok, oh cewek toh. Atau masyarakat umum itu kadang (pas) buka kaca, oh ternyata perempuan, kayak dapat semacam apresiasi aja sih," ujar Anggota Polwan BM Metro Jaya, Bripka Efi Nurjaman, kepada detikOto.
Polwan patwal yang sudah menunggangi motor gede (moge) selama 12 tahun itu juga mengatakan, tidak semua Polwan ingin menjadi Patwal, karena menjadi Patwal kata Efi berawal dari surat perintah. "Kita diperintahkan untuk mengawaki motor besar, dipilih," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kan enggak semua bisa mengawaki juga. Dan dengan bisa mengendarai motor besar juga yang tadinya kita cuma bisa lihat di TV, sekarang kita bisa interaksi langsung. Suatu kebanggaan lah," tuturnya. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan