"Kemarahan itu kan kita nggak bisa counter, jadi kita kasih waktu dia (customer) untuk mencurahkan masalahnya. Awalnya juga kita minta maaf dulu. Lalu kalau saya sih punya satu kata pamungkas yaitu 'mari kita cari solusi sama-sama'. Karena kalau orang sudah complain dan kita menyampaikan solusi, orang akan cooling down, karena ya dia butuh solusi dari kita, dan sebisa mungkin harus win-win," jelas Indah.
Lebih lanjut Indah bercerita bahwa ia merasa menjadi wanita adalah keuntungan tersendiri bagi dirinya ketika menghadapi protes konsumen. Ia merasa wanita memiliki cara berkomunikasi yang lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indah pun menutup dengan berkata bahwa memang konsumen yang melakukan complain biasanya penyebabnya adalah karena kesalahpahaman atau miskomunikasi antara pihaknya dengan konsumen.
"Penyebabnya bisa mengenai pekerjaan kita, misal ada hasil pekerjaan yang menurut mereka tidak tuntas, atau bisa juga faktor ekspektasi, atau masalah komunikasi. Misal kalau complain yang datang drivernya, yang available dihubungi misal istrinya, sementara yang menentukan keputusan, si bapak belum tahu, jadi menimbulkan salah paham," ujar Indah. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?