Selain melayani penumpang perempuan, sopirnya pun wanita. Ide ini muncul karena dia mempunyai pengalaman dilecehkan secara seksual oleh sopir laki-laki angkutan itu.
Seperti diwartakan Reuters, Jumat (10/4/2015), Aslam pernah mendapatkan perlakuan tak senonoh yakni bagian dari tubuhnya diraba-raba oleh seorang sopir bajaj, saat dirinya masih menjadi mahasiswi. Pengalaman itulah yang membuatnya trauma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dan rekan kerja saya menghadapi pelecehan oleh pengemudi mobil laki-laki atau orang yang lewat sambil menunggu angkutan umum,β tutur Presiden Environment Protection Fund itu menceritakan pengalamannya.
Becak bermotor atau bajaj yang dikhususkan bagi penumpang wanita itu juga akan disopiri wanita. Dengan demikian, tak hanya melindungi para wanita dari kemungkinan pelecehan seksual, tetapi juga memberdayakan wanita lainnya secara finansial.
"Ini merupakan langkah menuju pemberdayaan keuangan dan profesional perempuan," ucap Aslam.
Kini, bajaj yang dimiliki memang baru satu unit. Maklum, harga kendaraan bermotor roda tiga itu cukup mahal yakni 300.000 rupee atau sekitar Rp 38 juta. Warnanya pun dilaburi merah muda khas warna wanita.
Namun dia bercita-cita, sampai akhir tahun ini, armada becak bermotornya sudah mencapai 25 unit. Bahkan, Aslam, akan memberikan kesempatan kepada para perempuan yang ingin memiliki bajaj secara kredit.
"Kami akan menyewakan kendaraan itu untuk perempuan layak, dengan angsuran angsuran yang mudah," kata Aslam. "Kami akan mengajar mereka mengemudi dan juga akan membantunya mendapatkan lisensi mengemudi."
Sesuai dengan segmen yang dituju dan pengemudinya yang wanita, bajaj itu didandani dengan tampilan yang menarik. Cat merah dan putih, lampu utama dibuat semenarik mungkin.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk