Ceritanya, karena malas naik angkot dan ojek, Francisca mengendarai sendiri mobil bertransmisi manual. Padahal Fransisca sadar betul bahwa dirinya tidak terlalu mahir dalam mengendarai mobil manual, dia terbiasa dengan mobil matik.
"Waktu itu, aku lagi mau ke rumah temen aku untuk mengambil buku pelajaran. Dan di rumah waktu itu di rumah adanya mobil manual, padahal aku biasanya bawa mobil matik. Karena males naik ojek dan angkot, ya sudah aku nekat aja bawa mobil manual," kata ujar salah satu Suzuki Angels ini kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Francisca pun harus mengganti rugi kematian seekor kambing seharga Rp 400 ribu.
"Waktu itu aku langsung kaget, gemeteran karena takut. Dan waktu itu padahal kambingnya belum mati, cuma kayak teler) dan celeng-celeng gitu. Tapi malah dipukulin sama yang punya biar kambingnya mati. Akhirnya aku disuruh ganti satu ekor kambing yang mati tertabrak sebesar Rp 400 ribu, untung cuma satu yang ketabrak. Padahal kambingnya menyebrang ramai-ramai," katanya sambil mengingat-ingat.
Tidak berhenti sampai disitu, Fransisca pun harus berbohong kepada orang tuanya. Karena takut dimarahi.
"Sampai rumah aku cerita sama mama kejadian sesungguhnya dan untuk masalah mobil lecet, aku harus bohongi papa. Karena aku takut dimarahi, bisa-bisa enggak boleh bawa mobil lagi nanti," kata Fransisca sambil tertawa.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya