Wanita bernama Elise Yuliandari ini malah memilih motor antik sebagai tunggangannya sehari-hari ketimbang motor matik baru.
Menurut El, motor antik sangat identik dan lebih gaya. Uniknya lulusan Universitas Padjajaran jurusan S1 Sastra Inggris itu malah memilih moge antik sebagai tunggangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri dari Daniel Capung itu menilai motor klasik memiliki aura yang berbeda. Menurutnya bagi siapapun mengendarai motor klasik memiliki jiwa yang berbeda, seperti sebuah kebanggaan yang tiada tara.
"Motor klasik itu antik, punya kebanggaan tersendiri ketimbang motor baru saat ini. Dari suara jelas berbeda. Pokoknya sangat memuaskan," kicau pengusaha garmen di Bandung itu yang sengaja berkunjung ke Yogyakarta untuk meramaikan Djogja International Classic Bike Show 2012.
Wanita kelahiran Ciamis 23 Juli 1985 itu menuturkan kini telah memiliki 3 motor gede antik. Ketiganya dalam kondisi sangat terawat sejak pertama kali dimiliki.
"Di Bandung ada BSA 250, Kawasaki Jepang (Miguro) 750, WLC Harley-Davidson 1941. Saya sendiri pakai Miguro di Bandung, untungnya tidak pernah kecelakaan. Soalnya naik motor dari kelas 5 SD. Waktu pertama kali belajar pakai Grand Astrea," papar El.
Jika motor mengalami ada kerusakan, El tinggal menghubungi teman-teman di komunitas moge antik di Bandung dan sekitarnya.
Daniel, suami El pun tidak bisa melarang kecintaan El pada kuda besi antik. Soalnya Daniel juga salah satu pecinta motor antik di Bandung. Ia pun salah satu member motor antik di Bandung.
"Di Bandung, selain menggunakan Miguro, El suka ikut jalan naik yang motor WLC H-D 1941," pungkas lulusan S2 Telkom Bandung itu.
Nah, satu lagi filosofi El untungnya memiliki motor antik. "Motor klasik itu investasi masa depan," tutup El.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan