"Sebenarnya saya sangat sedih melihat keadaan di Jakarta ini. Macet dimana-mana bahkan banjir juga melanda. Siapa yang tidak ingat tanggal 25 oktober 2010 lalu. Saat itu Jakarta dilanda super banjir. Ini yang membuat saya untuk puasa duluΒ dalam mengendarai mobil saya. Karena saya tidak mau menambah sesak kota Jakarta," tutur Raras Tulandaru.
Meski puasa bawa mobil, bukan berarti gadis yang memiliki sebuah crossover yang dinamai Xova ini berhenti mengendarainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raras hanya ingin mengubah interior mobilnya saja. Eksterior tidak mau diganti. "Karena saya takut diingetin orang," ujarnya sambil tersenyum.
Raras mengaku diwajibkan membawa mobil sendiri oleh kedua orang tuanya agar bisa mandiri.
"Karena orang tua saya mengajarkan kepada saya dan kedua kakak saya untukΒ menjadi orang yang mandiri sehingga saya tidak tergantung kepada orang lain," ujarnya.
Untuk masalah mesin mobilnya pun mahasiswi swasta ini cukup bisa diandalkan.
"Karena orang tua saya hanya memiliki anak perempuan jadi saya dan kakak-kakak saya mendapat limpahan ilmu tentang mesin mobil dari papa saya, meski masih sedikit yang saya ketahui," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina