Contohnya di perusahaan aliansi Jepang-Prancis, Renault-Nissan. Kalangan perempuan malah sudah berhasil naik ke level manajemen yang lebih tinggi.
Untuk Renaut, persentase wanita yang bekerja di seluruh dunia mencapai 18 persen di 2015. Angka itu naik dibanding tahun 2000 yang sebesar 10 persen dan 18,4 persen di 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di posisi yang lebih tinggi, di dewan direksi, ada 3 wanita dari 12 anggota komite eksekutif Nissan.
Mereka adalah Mouna Sepehri, executive vice president of the Office of the CEO, Marie-FranΓ§oise Damesin, executive vice president for Human Resources dan Clotilde Delbos, yang menjabat sebagai executive vice president dan juga chief financial officer and Chairman of the Board RCI Banque, Groupe Renault.
Sementara di Nissan, sekitar 9,1 persen posisi manajer di Nissan Jepang merupakan wanita. Angka ini relatif lebih tinggi dibanding rata-rata jumlah pekerja di seluruh produsen Jepang yang mencapai 3,7 persen.
Untuk perusahaan Nissan di seluruh dunia, wanita yang memegang level manajer perusahaan total porsinya mencapai 13 persen. Nissan pun akan meningkatkan jumlah manajer wanitanya secara global menjadi 14 persen di 2017.
"Komitmen kami untuk kesetaraan gender merupakan salah satu bagian upaya kami untuk meningkatkan daya saing perusahaan seiring kami menarik bakat terbaik dari seluruh dunia," ujar CEO dan Chairman Aliansi Nissan-Renault Carlos Ghosn. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya