Jumat, 26 Feb 2016 17:21 WIB

Nissan Sarankan Inggris Tetap di Uni Eropa

Toshiya Kouketsu - detikOto
Sunderland - Inggris akan menggelar referendum untuk memutuskan apakah akan tetap berada di dalam atau keluar dari Uni Eropa pada tanggal 23 Juni 2016 mendatang.

Produsen mobil Jepang, Nissan, yang memiliki fasilitas produksi di Inggris menyarankan Inggris untuk tetap berada di Uni Eropa.

Nissan memiliki ikatan yang kuat dengan Inggris karena mereka memiliki pabrik di Sunderland. Nissan pun memonitor perkembangan referendum ini.

"Pertimbangan kami dalam hal bisnis, pastinya, Inggris tetap di Uni Eropa. Itu lebih masuk akal untuk pekerja, perdagangan dan biaya. Bagi kami, stabilitas lebih positif ketimbang daripada ketidakpastian. Namun kami memberikan hal ini sepenuhnya pada warga Inggris untuk memutuskan," ujar Chairman dan CEO Nissan Motor Co Carlos Ghosn.

Nissan saat ini memiliki 8.000 karyawan di seluruh Inggris di bidang manufaktur, rekayasa teknik, dan desain. Serta tambahan 32.000 karyawan tidak langsung di diler-diler-diler dan rantai distribusi.

"Kami melakukan usaha secara global dengan kehadiran yang kuat di Eropa, kami memiliki warisan yang kaya selama 30 tahun di Inggris, dan kami berkomitmen untuk membangun mobil di negara ini, tahun lalu kami memproduksi 475.000 mobil di Inggris, dimana 80 persen di antaranya diekspor," tutup Ghosn. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com