Kordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta, Dwi Budhi Martono mengatakan pencetus mobil Esemka tidak lain adalah Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Joko Sutrisno.
"Awalnya adalah Pak Joko Sutrisno. Dia yang paling peduli dengan anak-anak SMK," ucap Toto kepada detikOto, Kamis (5/1/2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan menurut cerita Toto lainnya, Joko bernafsu menjadi Solo sebagai kota yang melahirkan banyak produk otomotif. Toto melihat langkah ini bakal berhasil, sesuai dengan citra Solo sebagai kota Vokasi (pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu ) di tanah air.
"Solo terkenal dengan kota Vokasi. Vokasi adalah kalau mau belajar teknologi dan keterampilan ya datang ke Solo. Ini semua menciptakan akselerasi pertumbuhan SMK," pungkas Toto.
Toto pun berkeyakinan Solo yang juga terkenal dengan kota bunga akan mendapati SMK akan lebih banyak daripada SMU. Prediksi tersebut bakal terungkap pada 2014. Karenanya untuk mengantisipasi hal itu, SMK-SMK ditunjang dengan pendidikan dan pembelajaran industri otomotif kreatif.
"Nanti di 2014 70 persen SMK dan 30 persen SMU. Kita sudah mulai kembangkan untuk mengarah pada industri otomotif. SMK di Solo juga nantinya akan mendukung industri otomotif dengan cara meningkatkan pembelajaran industri kreatif, siswa-siswa akan semakin kompetitif," yakinnya.
Maka dari itu, sejak dini para SMK sudah mulai merakit mobil dengan menggaet vendor lokal. Diantaranya mobil Esemka Rajawali dan Digdaya. Mobil tersebut pun digadang-gadang sebagai mobil keluarga yang pantas dijunjung tinggi karena hasil anak bangsa.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India