"Tata sangat berpeluang, tapi dengan catatan mereka masuk dengan benar," ungkap pengamat industri otomotif nasional Achadiat A Suhadi ketika berbincang dengan detikOto, Senin (10/8/2009).
Namun pengamat yang akrab disapa Dodo ini mengatakan bahwa karakteristik Tata yang konservatif dimana Tata selalu menjaga setiap produknya dipercaya mampu membawa pabrikan ini mendapat hasil yang positif di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu bukanlah tanpa alasan, sebab menurut Dodo pernah ada orang Indonesia yang menawarkan diri untuk menjadi agen sedan pertama Tata yang bernama Indika.
"Namun Tata menolak karena mengakui produknya masih banyak kekurangan, dan mereka jujur," paparnya.
Karena itulah, bila Tata mampu menjaga kualitas dan tepat dalam melakukan positioning, bukan tidak mungkin merek ini akan sukses di pasar Indonesia. Dodo memberi contoh bahwa Tata saat ini, mirip dengan Hyundai di Amerika, dulu Hyundai sama sekali tidak dipandang karena merupakan mobil murah, tapi sekarang, merek itu tidak bisa dianggap remeh disana.
"Hal itu bukan tidak mungkin terjadi dengan Tata di Indonesia nanti," ujar Dodo memprediksi.
Tata Motor berencana akan melakukan ekspansi ke Indonesia paling cepat pada tahun 2010 mendatang dengan produk double cabin bernama Xenon. Selanjutnya, SUV mereka yakni Sumo Grande, dan jika tak ada aral melintang Tata juga berencana akan memasukkan mobil murah mereka yakni Nano.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit